DLH Bandung Barat mengantongi perusahaan terduga pencemar Sungai Cihaur - ANTARA News Jawa Barat
Bandung Barat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat telah mengantongi identitas perusahaan yang diduga menjadi sumber pencemaran Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.
Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH Bandung Barat, Ilmi Royan Galih Surya, mengatakan perusahaan tersebut teridentifikasi setelah tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Bandung Barat saat melakukan pemeriksaan ke lokasi.
"Sudah diperiksa dan kita cek ke lokasi di hari Sabtu. Tim PPLH kami bersama tim PPLH Provinsi langsung ke lapangan, sudah ada suspect-nya. Pada intinya kami juga kantongi perusahaan yang terduga buang limbah ke sana" katanya di Bandung Barat, Rabu.
DLH Kabupaten Bandung Barat belum dapat mengungkap identitas perusahaan tersebut kepada publik karena penanganan kasus berada di bawah kewenangan PPLH DLH Provinsi Jawa Barat.
Dalam pemeriksaan, petugas juga mengambil sampel pada tiga titik, yakni bagian hulu (upstream), hilir (downstream), dan saluran pembuangan (outlet) perusahaan yang diduga menjadi sumber pencemaran.
Sampel tersebut selanjutnya diuji di laboratorium untuk mengetahui parameter pencemar dan memastikan kesesuaiannya dengan baku mutu lingkungan.
Galih mengatakan hasil pengujian sampel akan menjadi dasar bagi tim dalam menentukan langkah penanganan dan sanksi terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Hasilnya nanti jadi rujukan tim dalam menentukan sanksi," katanya.
Ia menegaskan kewenangan untuk menyampaikan identitas perusahaan terduga pencemar berada pada PPLH DLH Provinsi Jawa Barat selaku pihak yang menangani kasus tersebut.
"Kami enggak bisa ungkap karena penanganan kasus ini oleh PPLH DLH Jabar, jadi yang berhak mengumumkan siapa tersangkanya ada di mereka," ujarnya.
Sebelumnya, Sungai Cihaur menjadi sorotan setelah ditemukan aliran cairan berwarna merah yang mengalir melalui saluran pembuangan dan bermuara ke badan sungai.
Aliran tersebut juga dilaporkan mengandung busa dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Dugaan pencemaran itu dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem Sungai Cihaur dan aktivitas masyarakat sekitar, termasuk berkurangnya ikan serta kekhawatiran petani terhadap penggunaan air sungai untuk pengairan lahan pertanian.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.