PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menetapkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio untuk tahun buku 2026 sebesar 30% dari laba bersih perseroan. Rasio pembagian dividen tersebut turun dibandingkan tahun buku 2025 yang bisa mencapai 80% dari laba bersih.
Corporate Secretary & Head of Legal Division AKR Corporindo Arum Pawestri Handayani mengatakan pembagian dividen sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan dengan rasio pembayaran dividen sekurang-kurangnya 30% dari laba bersih, apabila laba bersih perseroan melampaui Rp 50 miliar.
Namun, ia mengatakan AKRA tetap mempertimbangkan kebutuhan pendanaan dan kondisi keuangan dalam menentukan besaran dividen. Pembagian dividen juga harus memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pembagian dividen sekurang-kurangnya adalah 30% dari laba bersih,” kata Arum dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9).
AKRA tetap berkomitmen membagikan dividen kepada pemegang saham dengan mempertimbangkan kinerja, arus kas, kebutuhan investasi, hingga kondisi keuangan perseroan.
Arum mengatakan AKRA menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan kebutuhan investasi melalui disiplin alokasi modal. Perseroan menggunakan arus kas operasional untuk mendukung kegiatan operasional dan investasi.
Evaluasi Investasi
AKRA juga mengevaluasi setiap investasi dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis, tingkat pengembalian, periode pengembalian, dan dampaknya terhadap posisi keuangan perseroan.
Perseroan juga menjalankan investasi secara bertahap dan disesuaikan dengan perkembangan permintaan. Terutama untuk pengembangan infrastruktur dan utilitas di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).
“Kemudian dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan bisnis, kekuatan neraca, dan imbal hasil kepada pemegang saham dapat dijaga secara seimbang,” ucap Arum.
Sebelumnya Emiten distributor Bahan Bakar Minyak (BBM) merek BP AKR itu membayar dividen tunai Rp 1,98 triliun untuk tahun buku 2025. AKRA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,47 triliun pada 2025.
“Dengan total nilai sekitar Rp 1,98 triliun, yang mencerminkan rasio pembagian sekitar 80,08% dari laba bersih tahun 2025,” seperti yang dikutip dalam keterangan resmi AKRA, Senin (27/4).
Di samping itu, Head of Investor Relations AKR Corporindo Ignatius Teguh Prayoga mengatakan AKRA mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1 triliun untuk 2026.
Adapun capex tersebut dialokasikan untuk kebutuhan pemeliharaan, akuisisi satu kapal, hingga pengembangan terminal di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. AKRA juga menggunakan belanja modal untuk melengkapi sejumlah fasilitas utilitas di JIIPE.
Hingga semester pertama 2026, ia menyebut AKRA telah merealisasikan capex sekitar Rp 546 juta, sebagaimana tercatat dalam laporan arus kas perseroan.