asiawebawards.com
  • 2026-08-17 10:08:58 +0000 UTC

    Aug 17, 2026

    Ditjenpas NTT: Rutan Ruteng mengalami kerusakan lebih dari 50 persen

    Ditjenpas NTT: Rutan Ruteng mengalami kerusakan lebih dari 50 persen

    Senin, 17 Agustus 2026 17:08 WIB

    Image Print

    Tembok Rutan Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-Ditjenpas NTT

    Kupang, NTT (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Ditjenpas NTT) menyebut Rutan Kelas IIB Ruteng mengalami kerusakan lebih dari 50 persen akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8).

    Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah mengatakan terdapat empat UPT Pemasyarakatan di wilayah Flores yang dipantau pascagempa, yakni Rutan Ruteng, Rutan Bajawa, Rutan Maumere, dan Lapas Kelas IIB Ende. Dari empat UPT tersebut, Rutan Ruteng menjadi satu-satunya UPT yang mengalami kerusakan signifikan.

    "Dari pantauan hingga saat ini, ada beberapa gempa susulan. Namun, unit pelaksana teknis tersebut dalam kondisi aman, kecuali Rutan Ruteng yang saat ini lebih dari 50 persen bangunannya mengalami kerusakan," kata Decky diwawancarai di Kupang, Senin.

    Di Rutan Ruteng, seluruh 171 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan petugas dalam kondisi aman. Pascagempa, WBP diarahkan menuju titik kumpul dan ditempatkan pada bangunan yang dinilai lebih kuat.

    Pemeriksaan menemukan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan dan tembok pembatas, termasuk tembok di sekitar blok hunian lansia dan ruang bimbingan kerja. Blok B, C, dan D juga mendapat perhatian khusus karena perlu dipastikan kelayakannya sebelum digunakan.

    Decky mengatakan pihaknya menyiapkan rencana relokasi sementara 171 WBP ke Rutan Bajawa apabila akses jalan Ruteng-Bajawa dapat dilalui dan kondisi Rutan Bajawa memenuhi persyaratan.

    "Kalau sudah oke, kami coba nanti set up di Bajawa. Nanti kita alihkan. Mudah-mudahan memenuhi syarat untuk bisa kita alihkan warga binaan yang ada di Ruteng ke Bajawa," ujarnya.

    Namun, rencana tersebut masih dalam tahap persiapan karena Rutan Bajawa berpotensi mengalami kelebihan kapasitas jika menampung seluruh WBP dari Ruteng.

    Sementara itu, di Rutan Bajawa ditemukan keretakan pada beberapa bagian bangunan, tetapi tembok pembatas dalam kondisi baik dan situasi keamanan tetap kondusif.

    Di Rutan Maumere, seluruh WBP dan petugas aman dengan kondisi bangunan masih aman. Sementara Lapas Kelas IIB Ende juga dalam kondisi aman dan terkendali.

    Decky memastikan tidak ada korban jiwa dari jajaran UPT Pemasyarakatan yang terdampak gempa.

    "Puji Tuhan, alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Memang ada sedikit luka-luka karena ada puing-puing yang jatuh, tetapi sejauh ini alhamdulillah warga binaan aman, sehat," katanya.

    Kepala Kanwil Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah diwawancarai di Kupang, Senin (17/8/2026). ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

    Ia juga memastikan kebutuhan dasar WBP, termasuk pasokan makanan, tetap terpenuhi.

    Decky mengatakan terkait pemulihan Rutan Ruteng, pihaknya mendapat informasi mengenai rencana alokasi anggaran tanggap darurat.

    Namun, pengajuan membutuhkan pendataan dan pemeriksaan teknis untuk menghitung tingkat kerusakan serta kebutuhan renovasi.

    "Penghitungannya harus benar secara teknis. Kami nanti akan melaporkan kebutuhan dan juga akan disurvei," ujarnya.

    Ia menegaskan Ditjenpas NTT terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan WBP serta petugas dan mengantisipasi kebutuhan evakuasi.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ditjenpas NTT: Rutan Ruteng alami kerusakan lebih dari 50 persen

    Pewarta : Yoseph Boli Bataona
    Editor: Anwar Maga
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-17 10:08:58 +0000 UTC