Cirebon (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengungkap penerapan program hasil terbaik cepat (PHTC) pompanisasi telah menyelamatkan sejumlah lahan sawah yang sempat terancam gagal panen atau puso akibat kekeringan di wilayah tersebut.

Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan program PHTC pompanisasi saat ini direalisasikan di Blok Kayen, Desa Susukan, yang telah menyelamatkan lahan sawah seluas 390 hektare dari puso.

"Blok Kayen ini sawahnya terdapat 390 hektare yang mengalami kekeringan dan terancam gagal panen atau puso," kata Deni, di Cirebon, Kamis.

Ia menjelaskan dari 390 hektare lahan tersebut, sekitar 200 hektare sebelumnya terancam gagal panen karena pasokan air tidak mencukupi, namun kondisi itu mulai teratasi setelah pompanisasi diterapkan.

Untuk mengatasi kekurangan air, kata dia lagi, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan satu unit pompa irigasi bertekanan beserta pipa sepanjang 2,4 kilometer untuk mengalirkan air menuju areal persawahan di Blok Kayen.

"Sumber air yang ada adalah dari bendungan, dari saluran irigasi dari Majalengka, tetapi setelah kita cek ke bendungan ternyata airnya juga tidak memenuhi," ujarnya pula.

Deni mengatakan pihaknya kemudian menemukan sumber air terdekat dan memiliki pasokan air melimpah, dari saluran rentang kanan.

Ia menuturkan bantuan tersebut direalisasikan setelah Distan Kabupaten Cirebon menerima audiensi dari petani, yang menyampaikan kondisi kekeringan di Blok Kayen.

Menurut dia, respons pemerintah pusat berlangsung cepat, karena setelah koordinasi tersebut Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi persawahan.

“Setelahnya akhirnya kita mendapatkan bantuan pompa irigasi bertekanan dan juga pipa sejauh 2,4 kilometer tersebut," ujarnya.

Deni menyebutkan pemasangan sarana pompanisasi di Blok Kayen telah berjalan sekitar satu bulan, lalu memberikan hasil berupa terselamatkannya lahan yang sebelumnya terancam puso.

Selain Blok Kayen, kata dia, program PHTC pompanisasi diterapkan di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, Cirebon melalui bantuan satu unit pompa dan pipa sepanjang 1,5 kilometer.

"Untuk Desa Geyongan, semua sudah teratasi dan petani juga sudah kita lihat ada combine harvester, sudah panen," katanya lagi.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang merespons cepat kebutuhan petani di Desa Susukan dan Geyongan, melalui bantuan irigasi bertekanan, sehingga persoalan kekeringan di kedua wilayah tersebut dapat diatasi.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.