Timika (ANTARA) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, membekali generasi muda khususnya para pelajar di tingkat SMA/SMK dan mahasiswa, dengan pengetahuan akan bahaya narkoba.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Mimika Alberthin Timang di Timika, Kamis, mengatakan para pelajar dan mahasiswa dibekali dengan pengetahuan tentang narkoba melalui sosialisasi bahaya narkoba.
"Kegiatan kali ini kami fokus kepada para pelajar dan mahasiswa. Mereka ini diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang jenis dan bahaya dari narkoba," ujarnya.
Dia mengatakan sosialisasi yang diikuti oleh 150 siswa dan mahasiswa ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk melindungi generasi muda Mimika dari bahaya narkoba.
"Kegiatan ini dapat membentuk sikap antisipatif akan bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. mereka mengantisipasi diri dan lingkungannya agar narkoba ini tidak masuk di kalangan para pelajar dan mahasiswa," ujarnya.
Selain bahaya narkoba, para pelajar juga dibekali dengan pengetahuan tentang hukum jika seseorang terlibat atau memilik narkoba.
"Nanti ada narasumber dari Kejaksaan Negeri Mimika yang memberikan materi tentang kesadaran hukum dan dampak hukum dari penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Pemerintah juga berharap agar generasi muda yang hadir pada kegiatan ini akan mampu menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat dari bahaya narkoba.
"Mereka bisa mengajak generasi muda yang lainnya , membantu pemerintah mensosialisasikan kepada kalangan muda tentang bahaya dari penggunaan narkoba mulai dari dampaknya bagi kesehatan dan juga dampak secara hukum," ujarnya.
Plt Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika Ruslan Awunbas menilai langkah dilakukan oleh Dispora Mimika dengan melaksanakan kegiatan ini dinilai sangat tepat dengan kondisi Mimika hari ini.
"Mimika hari ini peredaran narkotika sudah masuk ke sekolah-sekolah dan sasarannya kalangan generasi muda," ujarnya.
Menurut dia, pelajar di Mimika menjadi sangat rentan terhadap bahaya narkoba terutama narkotika golongan satu jenis tembakau sintetis yang sangat muda didapat.
"Paling banyak yang kami rehabilitasi, baik itu rawat jalan, rawat inap, penggunanya ini memakai narkoba jenis sintetis dan ada juga yang menggunakan ganja," ujarnya.
Narkoba jenis tembakau sintetis dan ganja dijual dengan harga yang dapat dijangkau sehingga para pengedar sering menjadikan anak-anak muda menjadi sasaran penjualan narkoba jenis ini.
"Target rehab dari BNN pusat untuk Mimika 2026 ada 10 orang, sekarang sudah lebih karena sudah 16 orang. Dari jumlah 80 persen merupakan pelajar, ada SMA, SMK dan ada juga SMP. Jenis narkoba yang mereka pakai itu tembakau sintetis," ujarnya.
Para orang tua, keluarga, guru di lingkungan sekolah dan seluruh pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama terlibat dalam upaya pencegahan peredaran narkoba baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah.
Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.