Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus menggenjot promosi pariwisata menjelang musim libur akhir tahun untuk menarik banyak wisatawan sehingga target kunjungan dan menumbuhkan perekonomian daerah dapat tercapai.

"Promosi kepariwisataannya kita genjot, beberapa destinasi juga kita terus dampingi untuk peningkatan fungsi pelayanan mereka, mudah-mudahan itu bisa menarik kunjunganlah," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika di Garut, Rabu.

Ia mengatakan Kabupaten Garut memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti wisata pemandian air panas, wisata danau, laut, dan gunung, juga wisata kulinernya.

Momentum musim libur akhir tahun ini, kata dia, Disparbud Garut sudah melakukan persiapan seperti membenahi destinasi wisata agar tetap nyaman, dan juga gencar mempromosikan pariwisata dengan berbagai media.

"Kalau fasilitas untuk fisik saya kira ini belum, belum ya, belum menyeluruhlah gitu, hanya bagian-bagian kecil saja. Nah, tapi yang justru kita genjot sekarang itu promosinya," kata Beni.

Ia mengungkapkan, Disparbud Garut menargetkan kunjungan wisatawan ke Garut tahun 2026 sebanyak 3 jutaan yang saat ini capaiannya sudah mencapai 77 persen.

Beni optimistis target kunjungan tahun 2026 bisa tercapai dengan sisa waktu hingga akhir tahun, di mana masih ada momentum musim libur sekolah, Natal, dan menjelang Tahun Baru 2027.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa 100 persen, kita genjot beberapa 'event', kita genjot dengan promosi," katanya.

Ia menambahkan, selain menggencarkan promosi pariwisata, juga berupaya memberikan kenyamanan bagi wisatawan agar bisa berlama-lama berwisata di Garut lebih dari dua malam.

"Tingkat okupansi hotel rata-rata lama kunjungan kan masih di satu (malam) begitu ya. Jadi, rata-rata hanya satu malam setengah lah gitu, belum sampai dua malam," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.