Disparbud Garut benahi pengelolaan parkir di kawasan wisata Cipanas - ANTARA News Jawa Barat
Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, membenahi sistem pengelolaan parkir kendaraan di destinasi wisata pemandian air panas Cipanas sebagai tindak lanjut atas keluhan wisatawan terkait pungutan parkir.
"Itu yang sedang kami diskusikan, supaya nanti pengelolaan parkir ini juga lebih komprehensif," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika di Garut, Senin.
Ia menuturkan, destinasi wisata Cipanas Garut merupakan salah satu wisata unggulan yang selama ini menjadi ikon Garut yang lokasinya di Kecamatan Tarogong Kaler atau tidak jauh dari kawasan jalan raya atau perkotaan Garut.
Destinasi wisata tersebut, kata dia, terdapat salah satu kawasan pemandian air panas bernama Cipanas Indah yang saat ini pengelolaannya diserahkan dari pemerintah kepada pihak ketiga.
Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya keluhan dari wisatawan yang keberatan terkait masalah retribusi parkir di kawasan tersebut, sehingga pihaknya akan memanggil pengelola untuk membahas masalah tersebut.
Ia menyampaikan, meski destinasi wisata Cipanas Garut pengelolaannya oleh swasta, pemerintah tetap berharap standar kualitas pelayanan kepada pengunjung tetap terjaga.
Termasuk masalah parkir di tempat wisata, kata dia, harus ditata lebih baik, kemudian pemberlakuan retribusinya bisa lebih jelas sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung.
Menurut, dia, segala sesuatu yang tidak baik di kawasan wisata tentunya akan berdampak buruk terhadap citra pariwisata di Garut, termasuk juga pemerintah daerah.
"Makanya ini juga jadi perhatian kita semua untuk perbaikan pengelolaan ke depan," katanya.
Sebelumnya tersebar video di media sosial tentang keluhan wisatawan yang membawa kendaraan roda empat saat berkunjung ke tempat destinasi wisata Cipanas Garut.
Kendaraan wisatawan tersebut saat masuk ke kawasan wisata Cipanas Garut diberi tiket masuk kendaraan sebesar Rp10.000 dengan bukti tiketnya, kemudian saat akan pulang diminta kembali parkir sebesar Rp5.000 tanpa tiket.
Selain keluhan yang disampaikan di media sosial, keluhan juga disampaikan salah seorang wisatawan asal Bandung yang menceritakan sama pengalamannya saat berwisata ke tempat wisata Cipanas Garut.
Wisatawan yang membawa kendaraan roda empat membayar tiket resmi sesuai tarif dalam tiket tersebut tertera sebesar Rp10.000, kemudian saat pulang diminta kembali uang parkir oleh seseorang tanpa diberi tiket.
"Di gerbang masuk bayar tiket Rp10.000, terus nanti pulangnya ada orang datang minta uang parkir, katanya karena sudah jagain mobil," kata Helmi salah seorang wisatawan asal Bandung.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.