Diskum Batam: 21 bangunan Kopdes rampung di tahap pertama
Kamis, 3 September 2026 19:48 WIB
Kepala Diskum Batam Salim (ANTARA/Amandine Nadja)
Batam (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat 21 dari 42 titik pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung 100 persen pada tahap pertama.
Kepala Diskum Batam, Salim mengatakan seluruh 42 lokasi yang masuk dalam daftar pembangunan KDKMP telah menunjukkan progres di atas 30 persen, dengan 21 lokasi telah menyelesaikan pembangunan fisik.
“Dari 42 yang di-list oleh pihak Kodim Batam, ada 21 yang sudah rampung 100 persen,” kata Salim saat dihubungi di Batam, Kamis.
Sebagai informasi, terdapat 64 kelurahan di Batam, namun pada tahap pertama pembangunan mencakup 42 lokasi.
Sejumlah lokasi yang telah rampung di antaranya KDKMP Kelurahan Tembesi, Sungai Langkai, Tiban Indah, Duriangkang, Patam Lestari, dan Sungai Binti.
Sementara itu, sejumlah lokasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Ada beberapa yang telah mencapai progres 60 hingga 80 persen. Misalnya, KDKMP Kelurahan Sagulung Kota, Galang Baru, Subang Mas, dan Buliang,” kata Salim.
Adapun lokasi yang berada pada progres 30 hingga 50 persen. Beberapa diantaranya seperti KDKMP Kelurahan Tanjung Sari, Tanjung Uma, Tanjung Uncang, Pemping, dan Pulau Terong.
Salim mengatakan 22 lokasi lainnya masih berada dalam tahap penyiapan lahan dan akan masuk dalam pembangunan tahap kedua.
“Yang 22 lagi tahap penyiapan lahan dan akan masuk ke pembangunan di tahap kedua. Jadi ini menyelesaikan 42 di tahap pertama terlebih dahulu,” ujarnya.
Dari sisi status lahan, sebanyak 33 lokasi menggunakan lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, tiga lokasi berada di lahan milik BP Batam, empat lokasi merupakan hibah masyarakat, satu lokasi merupakan lahan milik Bea Cukai, dan satu lokasi masih dalam proses pengurusan oleh Pemkot Batam.
“Untuk sekarang pemerintah pusat telah mengarahkan kami untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap gerai KDKMP yang sudah dibangun,” kata dia.
Namun, Salim mengatakan proses verifikasi dan validasi di Batam belum dilakukan karena pihaknya masih menunggu dokumen perencanaan pembangunan dari PT Agrinas sebagai pelaksana proyek.
“Kita lagi surati pihak pelaksana proyek pembangunan PT Agrinas untuk mendapatkan gambar perencanaan pembangunan sebagai dasar kita melakukan verifikasi dan validasi terhadap bangunan yang sudah 100 persen,” katanya.
Dokumen tersebut diperlukan agar pemeriksaan dapat memastikan kondisi bangunan yang telah rampung sesuai dengan perencanaan awal.
“Supaya bangunan fisik yang sudah selesai sesuai dengan perencanaannya. Kalau ada perubahan, kita minta juga perubahannya,” ujar Salim.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.