Disdikbud: Lomba Beut Kitab "Bak Sikula" ukur kemampuan siswa - ANTARA News Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar melaksanakan Lomba Beut Kitab Bak Sikula bagi murid Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai sarana mengukur kemampuan peserta didik.
“Lomba ini akan menguji kemampuan siswa dalam membaca kitab jawi, memahami bahasa Jawi, serta mempraktikkan tata cara shalat,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Fahrurrazi di Ingin Jaya, Senin.
Ia menjelaskan hasil penilaian yang diperoleh dewan juri pada pelaksanaan lomba tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan Program Beut Kitab Bak Sikula yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
"Kami berharap hasil penilaian nantinya dapat menggambarkan sejauh mana kemampuan anak-anak dalam membaca kitab, memahami bahasa Jawi, dan mempraktikkan shalat. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program pada masa mendatang," katanya.
Menurut dia, pelaksanaan lomba masih bersifat piloting dengan melibatkan 23 SD dan 23 SMP yang mewakili seluruh kecamatan di Aceh Besar. Pelaksanaan tersebut menjadi langkah awal dan akan diterapkan secara lebih luas.
"Pada tahun pertama ini hanya melibatkan sekolah perwakilan dari setiap kecamatan. Insya Allah mulai tahun 2027 seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, akan ikut serta dalam lomba ini," kata Sekdisdikbud Aceh Besar.
"Walaupun hadiahnya tidak terlalu besar, kami berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Sertifikat prestasi juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi," jelasnya.
Menurut Fahrurrazi, Program Beut Kitab Bak Sikula merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat pendidikan agama di sekolah formal sehingga mampu melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan keagamaan yang baik.
"Kita ingin sekolah formal juga mampu memberikan pembelajaran agama yang kuat sehingga tidak tertinggal dibandingkan lembaga pendidikan berbasis madrasah. Harapannya program ini dapat terus berkembang dan berkelanjutan," ucapnya.
Ia menyatakan, saat ini pelaksanaan Program Beut Kitab Bak Sikula didukung oleh 457 guru yang telah dipersiapkan untuk mengajarkan pembelajaran kitab di sekolah-sekolah di Aceh Besar.
"Sampai sekarang sudah ada 457 guru Beut Kitab Bak Sikula yang mendukung pelaksanaan program ini di berbagai sekolah," katanya.
Fahrurrazi juga mengapresiasi gagasan Bupati Aceh Besar H Muharram Idris atau Syech Muharram yang menginisiasi Program Beut Kitab Bak Sikula sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui pendidikan agama.
"Program yang digagas Bapak Bupati merupakan langkah yang sangat baik untuk membentuk karakter dan memperkuat pemahaman agama anak-anak sejak dini. Kami optimistis manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang," katanya.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.