Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar), Kalimantan Timur, memperkuat pelestarian bahasa Ibu (Bahasa Kutai) melalui pembelajaran muatan lokal di sekolah sebagai upaya menjaga bahasa daerah tetap hidup dan dikenal generasi muda.
"Etam urang Kutai (kami orang Kutai). Etam adalah pewaris sah Bahasa Kutai. Jangan sampai kanak-kanak (anak-anak) etam tidak mengenal bahasa daerahnya," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar Akhmad Taufik Hidayat di Tenggarong, Jumat.
Ia mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah karena menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan dan membiasakan penggunaan Bahasa Kutai kepada peserta didik.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam pembelajaran dan penggunaan bahasa secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Pemkab Kukar, kata dia, telah memperkuat kebijakan muatan lokal Bahasa Kutai melalui Peraturan Bupati Kukar Nomor 69 Tahun 2019, Keputusan Bupati Nomor 413/SK-BUP/HK/2022, serta Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kutai.
Ia juga menyebut bahwa Bupati Kukar menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan muatan lokal tersebut.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan buku pelajaran digunakan, guru memiliki kesiapan mengajar, dan peserta didik mampu memahami serta menggunakan Bahasa Kutai.
"Kalau kita ingin Bahasa Kutai tetap hidup, maka Bahasa Kutai harus hidup di sekolah. Ayo, etam tanamkan semangat agar budaya Kutai tetap hidup untuk diwariskan kepada di generasi muda," ujarnya.
Ia pun bersyukur karena penguatan bahasa Ibu ini telah dilakukan deklarasi Gerakan Pelestarian Bahasa Kutai, sekaligus peluncuran buku pelajaran Bahasa Kutai dari Yudhistira di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Rabu (9/9), dua hari lalu.
Selain deklarasi pelestarian Bahasa Kutai, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peluncuran aplikasi ORBIT Kukar (Olah Dapodik untuk Rekomendasi Kebijakan Tepat) yang ditujukan untuk mendukung tata kelola pendidikan berbasis data.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.