Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur mengintensifkan pemetaan minat dan bakat peserta didik jenjang SMA/SMK guna mengoptimalkan potensi siswa menuju perwujudan Generasi Emas.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, Sabtu, mengatakan pemetaan tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan layanan pendidikan yang tepat sasaran sekaligus mendorong pengembangan potensi setiap siswa.

“Layanan pendidikan berbasis kebutuhan sekolah dan minat siswa menjadi fokus utama pemerintah dalam menggali serta mengoptimalkan potensi dan bakat peserta didik menuju Generasi Emas,” ujarnya.

Menurut dia, pemetaan minat dan bakat peserta didik terus didorong pada jenjang SMA maupun SMK agar memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi dan arah pendidikan yang diminati.

“Setiap siswa diberikan ruang untuk menentukan arah keahlian vokasi maupun jalur akademik sesuai hasil pemetaan minat dan potensi dirinya,” jelasnya.

Ia menambahkan pengembangan pembelajaran tersebut perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Karena itu, Disdikbud Kaltim terus memperhatikan kesiapan fasilitas pembelajaran, termasuk laboratorium dan ruang praktik kejuruan.

Upaya tersebut turut dilakukan melalui kunjungan kerja jajaran Disdikbud Kaltim ke sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Kutai Timur, di antaranya SMAN 1 Muara Bengkal, SMAN 1 Muara Ancalong, dan SMAN 2 Muara Ancalong.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana prasarana sekaligus menyerap aspirasi dari pihak sekolah terkait kebutuhan pembelajaran di daerah.

Selain memastikan dukungan fasilitas, Disdikbud Kaltim memberikan motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan agar terus meningkatkan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik.

Selain itu, Disdikbud Kaltim juga mendorong penguatan layanan pendidikan bagi anak-anak yang belum atau tidak lagi bersekolah melalui program pendidikan jarak jauh dengan pola pembelajaran yang fleksibel.

Penanganan anak tidak sekolah serta penguatan pendampingan bagi sekolah inklusi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan.

“Penyediaan layanan pendidikan yang adaptif, ramah, dan inklusif merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan generasi yang unggul,” kata Armin.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.