Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan peran Unit Layanan Disabilitas guna memfasilitasi hak pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang belum tertampung di sekolah.

"Unit Layanan Disabilitas ini hadir sebagai sarana pemerintah untuk mengakomodasi kebutuhan pelayanan pendidikan anak disabilitas secara terpadu," kata Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Disdikbud Kaltim Ridwan di Samarinda, Sabtu.

Ridwan menjelaskan bahwa keberadaan Unit Layanan Disabilitas disiagakan di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota untuk membantu penyaluran calon peserta didik.

Dia melanjutkan, langkah penguatan layanan tersebut ditempuh mengingat keterbatasan jumlah Sekolah Luar Biasa negeri yang saat ini baru tersedia 11 unit di Kalimantan Timur.

"Setiap pendaftaran peserta didik berkebutuhan khusus wajib melalui tahapan asesmen diagnostik bersama tim psikolog atau psikiater terpercaya," ujar Ridwan.

Hasil asesmen diagnostik tersebut menjadi dasar klasifikasi utama untuk menentukan apakah calon murid dapat masuk sekolah inklusi atau memerlukan penanganan khusus SLB.

Selain penerapan asesmen, penerimaan murid baru SLB juga memberlakukan sistem zonasi khusus berdasarkan domisili terdekat guna mempermudah aksesibilitas pendampingan anak.

"Kapasitas rombongan belajar di SLB dibatasi maksimal lima siswa per kelas agar proses pembelajaran dan pengawasan intensif berjalan efektif," tutur Ridwan.

Sementara pada sekolah penyelenggara inklusi, tantangan penanganan muncul karena satu rombongan belajar reguler berisi 36 siswa dengan keberadaan anak berkebutuhan khusus.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim menyiasati keterbatasan tenaga pendidik khusus dengan memberikan pelatihan intensif bagi para guru Bimbingan Konseling.

"Kami meminta orang tua aktif melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak sejak usia dini serta mengikuti alur prosedur penerimaan," kata Ridwan.

Menurut dia, sinergi antara lingkungan sekolah dan peran aktif keluarga di rumah menjadi faktor penentu utama keberhasilan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Pemerintah daerah juga menggandeng lembaga terapi serta sekolah swasta dalam memperluas jangkauan akses pelayanan pendidikan inklusif di seluruh daerah.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen menambah sarana fasilitas serta unit SLB baru demi memenuhi hak pendidikan anak," ucap Ridwan.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.