Singkawang (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Kalimantan Barat membahas empat strategi bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari penguatan literasi dan numerasi hingga optimalisasi digitalisasi pembelajaran.
Empat strategi tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Kalimantan Barat yang digelar di Kota Singkawang, Senin.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat Iwan Kurniawan mengatakan, forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun berbagai ide kreatif dan praktik baik yang telah dilakukan masing-masing pemerintah daerah untuk dirumuskan menjadi langkah bersama.
"Target yang kita inginkan adalah kesamaan langkah dan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kalbar, dimulai secara bersama-sama sehingga tidak parsial. Artinya tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi kita bersama-sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalbar," kata Iwan.
Ia menjelaskan empat isu yang menjadi pembahasan utama dalam FGD tersebut. Pertama, upaya meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik.
Kedua, mitigasi dampak kabut asap yang masih mengganggu aktivitas belajar di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah untuk menjaga kesempatan belajar dan mengantisipasi penurunan konsentrasi siswa selama kondisi asap berlangsung.
"Sehingga kita perlu percepatan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi siswa," ujarnya.
Strategi ketiga berkaitan dengan program revitalisasi, terutama memitigasi berbagai potensi hambatan dalam pelaksanaannya. Sedangkan strategi keempat adalah mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi di sekolah untuk mendukung peningkatan hasil belajar peserta didik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan, FGD tersebut juga menjadi ruang bagi setiap daerah untuk berbagi pengalaman terkait persoalan pengelolaan pendidikan sekaligus mencari solusi secara bersama.
"Kita diskusikan di FGD ini untuk mencari solusi bersama," katanya.
Menurut dia, pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan oleh satu kabupaten/kota dapat menjadi referensi bagi daerah lainnya sehingga peningkatan pelayanan pendidikan dapat dilakukan secara lebih cepat dan merata.
"Kita bahas satu-satu mengenai pengalaman masing-masing kabupaten/kota yang sudah baik, mungkin bisa ditiru. Mudah-mudahan bisa menjadi solusi di setiap kabupaten/kota," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi mengatakan penyamaan persepsi, strategi, dan metode antardaerah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kalbar.
"Kita harus mempunyai persepsi, strategi, dan metode yang sama sehingga mutu pendidikan di Kalbar bisa meningkat," katanya.
Ia mengatakan forum tersebut juga membahas langkah yang perlu dilakukan masing-masing dinas pendidikan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, termasuk kabut asap.
Di sisi lain, tahapan pendidikan tetap harus berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan, termasuk persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Bagaimana sikap masing-masing dinas pendidikan di Kalbar dalam menyikapi kondisi pascakabut asap maupun yang sedang berlangsung. Sementara ada tahapan-tahapan proses pendidikan yang harus dilaksanakan. Tidak lama lagi akan diselenggarakan TKA, itu juga harus dibahas dalam FGD ini," ujarnya.
FGD tersebut merupakan kali pertama digelar di Kota Singkawang dan diikuti kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.