Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan komunikasi keberlanjutan tidak sekadar menjadi sarana penyampaian informasi atau pemenuhan kepatuhan administratif, tetapi juga perlu menjadi jembatan untuk membangun pemahaman dan mendorong aksi kolektif pemangku kepentingan.
"Komunikasi hari ini bukan sekadar mengabarkan apa yang telah dilakukan, melainkan orkestrasi pemaknaan bersama (coordinated meaning-making) yang harus terukur, partisipatif, serta mampu menumbuhkan rasa kepemilikan hingga menghasilkan tindakan nyata," kata Benny saat menjadi dosen tamu pada Program Magister Sains Sustainability (MSU) Batch 3 Universitas Pertamina (UPER), Jakarta, Sabtu.
Dalam kegiatan bertajuk "Designing Sustainability Communication & Stakeholder Engagement" itu, Benny membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai komunikasi korporasi serta mitigasi krisis di tengah perkembangan isu keberlanjutan.
Ia mengatakan perkembangan teknologi digital dan pola komunikasi yang berlangsung secara real-time menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan.
Menurut dia, kondisi penuh ketidakpastian yang dikenal dengan konsep VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) menuntut perusahaan membangun komunikasi yang mengedepankan kejelasan, empati, serta perencanaan skenario yang matang.
Dalam pemaparannya, Benny menjelaskan sejumlah tahapan dalam komunikasi keberlanjutan, mulai dari pemetaan pemangku kepentingan, strategi keterlibatan, hingga penyusunan pesan komunikasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Mantan Corporate Secretary Garuda Indonesia itu juga menekankan pentingnya penggunaan matriks pengaruh dan kepentingan untuk menentukan strategi komunikasi terhadap berbagai kelompok pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan kelompok pembuat keputusan kunci dan pembentuk opini publik memerlukan pendekatan yang berbeda, sementara kelompok rentan juga harus menjadi bagian dari perhatian dalam strategi komunikasi keberlanjutan.
Perkuliahan yang berlangsung interaktif tersebut diikuti 48 mahasiswa MSU Batch 3 dari berbagai latar belakang industri dan profesi.
Koordinator Kelas MSU Batch 3 Fakhrur Razy menyampaikan apresiasi atas kesediaan Benny meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan mengajar para mahasiswa.
Fakhrur yang sehari-hari menjabat sebagai Senior Engineer Production Asset Integrity & Competency Development di PT Pertamina Hulu Mahakam menilai pengalaman Benny di bidang jurnalistik dan komunikasi korporat memberikan perspektif praktis bagi mahasiswa.
Benny memiliki pengalaman sekitar 20 tahun di bidang jurnalistik di Kantor Berita ANTARA sebelum berkiprah dalam komunikasi korporat di sejumlah perusahaan, antara lain Citilink Indonesia, Garuda Indonesia, dan Perum Bulog.
Diskusi yang berlangsung dalam perkuliahan tersebut juga membahas sejumlah studi kasus sehingga materi komunikasi keberlanjutan dapat dikaitkan dengan praktik di dunia profesional.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan plakat apresiasi dari Program Magister Sains Sustainability UPER kepada Benny Siga Butarbutar.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.