Senin, 28 September 2026 - 13:06 WIB

Jakarta, VIVA – Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Irjen Mashudi mengungkap hasil pemeriksaan sementara tim gabungan terhadap sejumlah objek yang menjadi perhatian Ombudsman Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

Baca Juga

Mashudi menjelaskan pemeriksaan masih berlangsung dan mencakup rumah dinas, area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), hingga administrasi aset.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait rumah dinas atau mess pegawai, Mashudi menjelaskan terdapat 16 unit bangunan. Dari jumlah tersebut, tiga unit tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN), sedangkan 13 unit lainnya berada di bantaran Sungai Ciliwung.

Baca Juga

"Berdasarkan pemeriksaan sementara, televisi, perabotan rumah tangga, sofa, spring bed, serta kulkas berisi 3 botol wiski dan 1 botol bir merupakan barang milik pribadi Kasat Kamtib," kata Mashudi dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI, Senin, 28 September 2026.

Terkait bingkai foto atas nama warga binaan Jimmy Masrin, Mashudi menjelaskan hal itu merupakan barang yang sebelumnya diamankan dalam kegiatan razia keamanan.

Baca Juga

"Sementara, bingkai foto atas nama warga binaan Jimmy Masrin merupakan barang yang sebelumnya diamankan dalam razia keamanan," katanya.

Ia juga menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah fasilitas di area SAE yang sebelumnya menjadi perhatian.

Bangunan yang dinilai menyerupai penginapan kontainer, kata dia, merupakan kantor operasional kegiatan penggemukan sapi yang dibangun melalui APBN 2026. Sementara bangunan mess atau wisma peristirahatan pegawai dibangun menggunakan APBN 2017.

"Area yang diduga simulator golf berdasarkan pemeriksaan sementara merupakan fasilitas yang sedang disiapkan menjadi loker, sedang lahan SAE yang diduga sebagai tempat parkir merupakan alternatif ketika area parkir utama penuh," jelasnya.

Mengenai dugaan adanya jalan tikus di area Lapas Cibinong, Mashudi mengatakan tim gabungan tidak menemukan jalur tersebut setelah melakukan pemeriksaan dan pengecekan langsung di lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkait dugaan adanya jalur tikus, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengecekan langsung di lokasi, tidak ditemukan adanya jalur tikus. Lokasi tersebut dikelilingi oleh aliran Sungai Ciliwung," ungkap Mashudi.

Meski demikian, Ditjen Pas masih melakukan pendalaman terhadap 13 bangunan rumah dinas yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan belum tercatat dalam SIMAK BMN.

Halaman Selanjutnya

Pendalaman tersebut meliputi aspek administrasi, status aset, hingga pemanfaatan bangunan.