Dirating Positif oleh Lianhe Credit Rating, Purbaya Pede Panda Bond Bakal Laris di China
Selasa, 21 Juli 2026 - 17:40 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pemerintah bakal menerbitkan obligasi berbasis mata uang Yuan China alias Panda Bond, pada 23 Juli 2026.
Baca Juga
Dia mengaku, pemerintah menargetkan penghimpunan dana hingga sebesar US$1 miliar, atau setara dengan Rp 17,89 triliun (asumsi kurs Rp 17.890).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Purbaya meyakini, Panda Bond ini akan mendapat sambutan hangat dari para investor di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Baca Juga
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Terlebih, lembaga pemeringkat kredit terkemuka asal China, Lianhe Credit Rating, juga telah memberikan penilaian positif terhadap Indonesia sehingga antusiasme investor China pun diyakini bakal tinggi.
Baca Juga
"Di China, peringkat utang kita top, di atas. Rata kanan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Dia menambahkan, predikat AAA/Stable yang diberikan Lianhe Credit Rating kepada Indonesia, merupakan sinyal kuat bagi pasar modal Cina. Purbaya mengatakan, status ini juga telah menempatkan obligasi pemerintah Indonesia pada level tertinggi, dalam sistem pemeringkatan di negara tersebut.
"Ini penting sekali. Karena China itu pasar yang besar. Jadi market mereka jelas, amat menjanjikan," ujarnya.
Sebagai informasi, Panda Bond merupakan instrumen surat utang yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar domestik China, dengan menggunakan denominasi Yuan atau Renminbi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemerintah Indonesia sendiri bermaksud menerbitkan surat utang ini sebagai strategi diversifikasi sumber pendanaan, di tengah dinamika pasar keuangan global.
Selain itu, langkah ini juga sekaligus bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral antara pemerintah Indonesia dan China.
Benahi Tata Kelola & Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Bakal Rapat Pekan Ini
Purbaya mengaku pihaknya masih menunggu rincian anggaran dari BGN untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang nantinya bakal diusulkan masuk ke Nota Keuangan RAPBN 2027
VIVA.co.id
21 Juli 2026