Dinsos Mataram memusatkan aktivitas aman bagi PPKS di Jalan Niaga
Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan inovasi penanganan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) dengan memusatkan aktivitas mereka di Jalan Niaga Ampenan, agar lebih aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
"Aktivitas para PPKS selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena beraktivitas di sejumlah ruas jalan dan pusat keramaian sehingga menimbulkan keresahan warga," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Muzakir Walad di Mataram, Jumat.
Melalui program tersebut, katanya, para PPKS akan dipusatkan di satu lokasi yakni di Jalan Niaga Ampenan, tepatnya di kawasan antara Ampenan Huis hingga Pasar ACC, agar mereka dapat berkegiatan tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun ketertiban umum.
Di tempat itu akan menjadi pusat aktivitas PPKS, seperti pengamen jalanan, badut, manusia silver, hingga pelaku cosplay diberi ruang untuk menampilkan kreativitas mereka.
"Kawasan Jalan Niaga Ampenan, menjadi pusat mereka berkegiatan. Kami targetkan, mulai Agustus 2026 para PPKS sudah berkegiatan di Jalan Niaga," katanya.
Konsep memusatkan PPKS pada satu tempat sebagai ruang berkegiatan itu, diadopsi dari kawasan Asia Afrika Jalan Braga Bandung, Jawa Barat, sehingga para PPKS tidak ada yang berkeliaran ke jalan, lampu merah, maupun pusat-pusat keramaian.
Di lokasi tersebut, para pelaku seni jalanan mengenakan berbagai kostum karakter sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung sehingga masyarakat yang ingin memberikan uang bisa langsung di lokasi.
"Jalan Niaga kami pilih karena kondisinya hampir sama dengan Jalan Braga yang memiliki potensi menjadi pusat aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari," katanya.
Oleh karena itu, Jalan Niaga dinilai lebih memungkinkan meski ruas jalannya lebih pendek, namun kawasan itu juga ramai sehingga cocok dijadikan lokasi kegiatan.
Dia mengharapkan skema tersebut menjadi solusi jangka panjang agar PPKS tidak lagi mencari nafkah di persimpangan jalan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Pemerintah ingin agar PPKS tetap bisa memperoleh penghasilan, tetapi tidak lagi turun ke jalan dan mengganggu lalu lintas.
Sebelum program dijalankan, Dinsos akan mempercantik kawasan Jalan Niaga dengan mural dan penataan lingkungan agar lebih menarik dan nyaman sebagai ruang publik.
Selain menyiapkan lokasi, Dinsos juga melakukan seleksi terhadap peserta yang akan dilibatkan. Mereka terdiri atas pengamen yang memiliki kemampuan bermusik, badut, manusia silver, hingga pelaku cosplay.
"Seleksi sudah kami lakukan, jumlah mereka sekitar puluhan orang. Kami juga sudah menyiapkan berbagai kostum karakter seperti Naruto, Mak Lampir, dan lainnya," katanya.
Untuk memastikan para peserta tidak diperbolehkan menghampiri kendaraan atau memaksa pengguna jalan untuk memberikan uang, mereka hanya akan tampil di lokasi yang telah disediakan sehingga masyarakat bisa memberi secara sukarela.
Baca juga: Dinsos Kota Mataram tingkatkan pengawasan PMKS jalanan
"Mereka hanya berdiri atau melakukan atraksi di tempat yang telah ditentukan. Tidak boleh ada yang meminta-minta ke kendaraan seperti yang selama ini dikeluhkan masyarakat," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026