Solok (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah, sekaligus memastikan ketersediaan makanan selama proses penanganan dan evakuasi korban.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur di Solok, Rabu mengatakan selain dapur umum yang disiapkan Dinas Sosial Kabupaten Solok, dapur umum tambahan juga berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dari Provinsi Sumatera Barat dan Kejaksaan daerah setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.

“Untuk dapur umum ada dari Dinas Sosial, kemudian ada juga bantuan dari Baznas, provinsi dan kejaksaan,” kata dia.

Ia mengatakan kebutuhan konsumsi bagi pengungsi saat ini masih dapat terpenuhi karena bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan ke lokasi terdampak.

“Alhamdulillah, untuk konsumsi saat ini masih banyak bantuan yang datang sehingga kebutuhan makanan pengungsi masih terpenuhi,” katanya.

Menurut dia, kebutuhan pengungsi tersebar di beberapa lokasi, di antaranya di rumah dinas wakil bupati Solok, gedung pemuda setempat serta di markas Polres Solok.

Jumlah warga yang mengungsi di rumah dinas Wakil Bupati Solok juga terus bertambah. Awalnya terdapat sekitar 30 orang, kemudian meningkat menjadi sekitar 50 orang.

Dinas Sosial juga terus memantau kebutuhan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian, termasuk warga yang mengungsi di gedung pemuda dan kawasan perumahan.

Ia menyebut kebutuhan yang paling mendesak saat ini bukan hanya makanan dan logistik, tetapi juga ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

“Kalau bantuan logistik dan pangan masih memenuhi, kebutuhan sehari-hari juga masih ada. Namun, yang sangat dibutuhkan sekarang adalah air bersih,” katanya.

Dinas Sosial bersama unsur terkait akan terus memenuhi kebutuhan pengungsi dan menyalurkan bantuan sesuai kondisi di lapangan, terutama untuk memastikan kebutuhan pangan, logistik serta air bersih selama masa tanggap darurat.

Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia akibat banjir bandang masih tercatat satu orang, sedangkan empat orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.