Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menggelar pelayanan "jemput bola" melalui pengintegrasian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan skrining tuberkulosis (TB) menggunakan rontgen portabel di Balai Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Rabu.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga siang itu diikuti lebih dari 100 warga, melampaui target 100 peserta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Trenggalek drg Andiek Muarifin mengatakan, integrasi CKG dan skrining TB dilakukan untuk mempercepat deteksi penyakit menular dan tidak menular.

"Peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah, skrining diabetes, hingga faktor risiko TB. Yang terindikasi langsung kami lanjutkan dengan rontgen gratis," katanya.

Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan rontgen dada yang diambil menggunakan perangkat radiologi portabel dalam kegiatan tracing tuberculosis (TB) terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis (CKG) di Pogalan, Trenggaek, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Layanan jemput bola tersebut memperluas akses skrining kesehatan maasyarakat hingga tingkat desa/kelurahan untuk mempercepat penemuan kasus TB sekaligus mendukung target eliminasi tuberculosis nasional pada 2030. ANTARA/Destyan Sujarwoko

Pemeriksaan menggunakan alat radiologi portabel bantuan Kementerian Kesehatan sehingga layanan dapat dibawa langsung ke desa.

Hasil rontgen dikirim secara daring untuk dianalisis dokter dan menjadi dasar pemeriksaan lanjutan.

Warga yang terindikasi TB akan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur, termasuk pengambilan sampel dahak dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Dinkes Trenggalek telah melaksanakan skrining TB terintegrasi dengan radiologi portabel di tujuh desa di tujuh kecamatan.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus guna mendukung eliminasi TB pada 2030.

Andiek mengatakan penemuan kasus masih menjadi tantangan. Hingga Juli 2026, capaian penemuan TB sekitar 58 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

"Kalau yang ditemukan rendah, kita khawatir seperti fenomena gunung es. Karena itu skrining aktif terus diperluas, termasuk kepada warga tanpa gejala," ujarnya.

Ia menambahkan tingkat keberhasilan pengobatan TB di Trenggalek saat ini sekitar 90 persen sehingga masyarakat diminta tidak ragu menjalani pemeriksaan.

Selain TB, CKG terus diperluas kepada seluruh kelompok usia, mulai ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia melalui fasilitas kesehatan, sekolah dan layanan jemput bola di masyarakat.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.