asiawebawards.com
  • 2026-07-31 08:36:33 +0000 UTC

    Jul 31, 2026

    Dinkes Pulpis siagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap karhutla

    Dinkes Pulpis siagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap karhutla

    Jumat, 31 Juli 2026 15:36 WIB

    Image Print

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana. ANTARA/Dita Marsena.

    Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dr Ellyana menyatakan pihaknya telah mensiagakan posko kesehatan, dalam membantu dan menangani masyarakat terdampak kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya.

    "Posko kesehatan di Desa Tumbang Nusa sudah ada bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi serta Dokes," kata Ellyana di Pulang Pisau, Jumat.

    Selain itu, lanjut Ellyana, stok masker dan kebutuhan lainnya juga sudah disediakan melalui Puskesmas Jabiren. Di mana ketersediaan itu sebagai upaya mendukung pelayanan kepada masyarakat terdampak asap.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi meningkatnya paparan asap di wilayah terdampak Karhutla.

    "Kami memastikan kebutuhan dasar pelayanan kesehatan telah disiapkan, termasuk masker dan dukungan tenaga kesehatan," jelasnya.

    Menurut Ellyana, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat berada di luar rumah, menutup pintu dan jendela rumah.

    "Langkah tersebut dilakukan agar asap tidak masuk ke dalam rumah serta membatasi aktivitas ketika kondisi udara sedang tidak sehat," ujarnya.

    Dirinya menjelaskan, masyarakat perlu mengenali gejala awal gangguan kesehatan akibat paparan asap. Menurut dia, hal ini penting agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin di fasilitas pelayanan kesehatan.

    Ellyana mengatakan, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan penderita penyakit pernapasan memerlukan perhatian lebih. Paparan asap Karhutla juga dapat memperburuk kondisi penderita asma maupun penyakit pernapasan kronis lainnya.

    "Gejalanya dapat berupa sesak napas, napas berbunyi atau mengi, nyeri dada saat menarik napas, napas pendek dan cepat, hingga batuk kronis yang semakin memburuk," tuturnya.

    Menurut dia, asap karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi mata, kulit, hidung dan tenggorokan. Ellyana mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.

    Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
    Uploader: Admin 3
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-31 08:36:33 +0000 UTC