Kelompok rentan ini meliputi bayi dan balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia dan penyandang disabilitas,"
Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) mengidentifikasi kelompok masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhulta).
"Kelompok rentan ini meliputi bayi dan balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia dan penyandang disabilitas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel dr Diauddin di Banjarbaru, Sabtu.
Diauddin menjelaskan langkah konkretnya pihaknya mengoptimalkan peran puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam memantau kondisi kelompok rentan di wilayah terdampak kabut asap.
Dia menegaskan penurunan kualitas udara serta peningkatan gangguan kesehatan saat ini perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif secara terpadu untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Pihaknya pun memastikan ketersediaan dan kesiapan logistik kesehatan sesuai kebutuhan, antara lain masker medis dan respirator N95, obat-obatan untuk ISPA, asma, dan gangguan kesehatan terkait paparan asap, oksigen medis, nebulizer; serta alat, bahan medis habis pakai, dan logistik kesehatan penunjang lainnya.
Kemudian pelayanan kesehatan bergerak juga diupayakan apabila terdapat masyarakat terdampak yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinkes dan seluruh jajaran juga menyiapkan ruang udara bersih atau ruang bebas asap dengan memanfaatkan ruangan tertutup serta, apabila tersedia menggunakan pendingin udara dan alat penyaring udara, terutama bagi pasien dan kelompok rentan.
Data Dinkes Kalsel terbaru menunjukkan kasus ISPA meningkat selama lima minggu berturut-turut dengan total 36.196 kasus.
Beban kasus tertinggi terjadi di Kota Banjarmasin 1.603 kasus, Kota Banjarbaru 1.142 kasus, Kabupaten Banjar 1.136 kasus, Kabupaten Tanah Laut 751 kasus dan Kabupaten Kotabaru 538 kasus.
Pewarta: Firman
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.