.... sekitar 80 persen di antara mereka (badut jalanan) berasal dari luar daerah.
Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meningkatkan pengawasan dengan mengoptimalkan satuan tugas (satgas) sosial untuk penanganan badut jalanan yang semakin marak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Muzakkir Walad di Mataram, Rabu, mengatakan, berdasarkan data yang ada jumlah badut jalanan di Kota Mataram saat ini diperkirakan mencapai sekitar 30 orang.
Dari hasil pengawasan, para badut jalan itu terindikasi tinggal di wilayah Kecamatan Sandubaya sekitar 18 orang, kemudian di wilayah Pagutan 12 orang, dan sisanya ada di beberapa titik.
Keberadaan mereka yang cenderung berkelompok itu, terindikasi sengaja didatangkan dan di koordinir untuk mengemis dengan modus mengenakan kostum badut di jalanan.
Sementara terkait proses deportasi atau pemulangan badut luar daerah ke tempat asal, Dinsos Kota Mataram terus berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi NTB mengingat kewenangan lintas wilayah berada di tingkat provinsi.
Selain itu, Dinsos Mataram juga mendorong penguatan sinergi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) dalam menjaga ketertiban umum.
Lebih jauh Muzakkir mengatakan, keberadaan badut jalan harus menjadi atensi bersama sebab jika terus dibiarkan jumlah mereka akan terus bertambah dan dikhawatirkan berdampak terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Bahkan saat penertiban terakhir pada Minggu malam (4/10/2026), terjadi gesekan dan ancaman penyerangan yang melibatkan warga kepada Satgas Dinsos.
"Karena mengancam akan melibatkan warga, kami instruksikan anggota untuk pulang dulu agar tidak memicu keributan atau adu domba. Kami ingin menyelesaikan masalah ini secara kondusif," katanya.
Karena itu untuk menyelesaikan persoalan itu, pihak Dinsos langsung melakukan konsolidasi dan koordinasi bersama camat, Lurah Pagutan Timur, Bhabinkamtibmas, serta tiga pilar wilayah setempat.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026