Liputan6.com, Washington, DC - Six Flags Magic Mountain, taman hiburan di California, Amerika Serikat, mengumumkan akan menutup secara permanen salah satu roller coaster populernya, X2. Keputusan ini diambil setelah lebih dari 100 pengunjung mengaku mengalami cedera otak usai menaiki wahana tersebut.

Dikutip dari BBC, Sabtu (3/10/2026), X2 merupakan salah satu atraksi utama di taman hiburan itu. Wahana tersebut dikenal memiliki antrean panjang dan kursi yang dapat berputar hingga 360 derajat. X2 telah ditutup sejak Juli lalu.

Pihak Six Flags mengatakan X2 telah melewati berbagai rangkaian pengujian keselamatan. Namun, perusahaan akhirnya memutuskan untuk memensiunkan wahana tersebut karena menilai keputusan itu merupakan "hal yang benar untuk dilakukan".

Penutupan permanen X2 dilakukan setelah muncul gugatan hukum dan pemberitaan yang menyebut sejumlah pengunjung mengalami cedera otak setelah menaiki wahana tersebut. Salah satu firma hukum yang mewakili beberapa penggugat mengatakan keputusan itu datang "terlambat" bagi klien mereka.

Presiden Six Flags Magic Mountain, Brian Oerding, mengatakan keselamatan pengunjung merupakan bagian utama dari bisnis mereka.

"Keselamatan wahana adalah landasan bisnis kami, dan ketika kami melihat kepercayaan tamu terdampak, kami menanggapinya dengan serius," ujar Oerding saat mengumumkan penutupan pada Selasa.

Dordick Law Corporation, firma hukum yang mengajukan gugatan perdata terhadap taman hiburan tersebut, mengatakan telah dihubungi sekitar 400 orang yang mengaku mengalami cedera dan meyakini kondisi tersebut disebabkan oleh X2.

"Mereka menaiki X2 dengan harapan mendapatkan sensasi mendebarkan. Sebaliknya, mereka pulang dengan cedera otak yang parah," kata firma hukum tersebut dalam sebuah pernyataan.

Menurut firma itu, beberapa korban membutuhkan operasi otak darurat. Sebagian lainnya masih berjuang untuk memulihkan kehidupan mereka.

Firma hukum tersebut menyambut penutupan X2 demi melindungi pengunjung di masa mendatang. Namun, mereka menilai keputusan itu tidak mengubah kondisi orang-orang yang sudah mengalami cedera.