asiawebawards.com
  • 2026-08-15 10:46:14 +0000 UTC

    Aug 15, 2026

    DHL Express andalkan AI dukung efisiensi ekspor produk UMKM RI

    melalui fitur identifikasi barang berbasis AI ini, DHL Express membantu menyederhanakan proses persiapan pengiriman dengan memudahkan pelanggan dalam memberikan informasi barang yang akurat sejak awal

    Jakarta (ANTARA) - DHL Express memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengenali barang melalui foto dan menyusun deskripsi kepabeanan otomatis sehingga mendukung efisiensi ekspor produk UMKM dalam pengiriman internasional yang lebih akurat.

    Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan bagi banyak pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM yang ingin memperluas pasar keluar negeri, pemenuhan persyaratan kepabeanan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengiriman internasional.

    "Sehingga melalui fitur identifikasi barang berbasis AI ini, DHL Express membantu menyederhanakan proses persiapan pengiriman dengan memudahkan pelanggan dalam memberikan informasi barang yang akurat sejak awal," kata Ahmad dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Fitur identifikasi barang berbasis kecerdasan buatan di Indonesia yang telah diluncurkan itu, menjadi yang pertama di industri pengiriman ekspres global yang memanfaatkan teknologi computer vision untuk menganalisis foto barang yang diunggah pelanggan dan secara instan menghasilkan deskripsi barang yang akurat serta sesuai dengan persyaratan kepabeanan.

    Inovasi itu menyederhanakan salah satu tahapan paling kompleks dalam pengiriman internasional sehingga menjadi lebih mudah dan praktis bagi pelanggan.

    "Seiring semakin banyaknya pelaku usaha Indonesia yang mencari peluang pertumbuhan di pasar internasional, kemampuan untuk memberikan informasi pengiriman yang akurat sejak awal menjadi semakin penting," ujarnya.

    Baca juga: DHL perkuat kesiapan kerja generasi muda lewat GoTeach dan UPGRADE

    Baca juga: DHL Express catat ekspor produk UMKM bergeser ke volume besar

    Ia menegaskan peluncuran fitur itu juga merupakan bagian dari komitmen DHL Express dalam menyederhanakan pengiriman lintas negara melalui inovasi yang praktis dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

    "Selama ini, penyusunan deskripsi barang yang memenuhi persyaratan kepabeanan kerap membutuhkan pengetahuan khusus serta pemilihan kata yang tepat," ucap dia.

    Dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pemesanan pengiriman, DHL Express menghilangkan kerumitan tersebut, meningkatkan kualitas data, mengurangi risiko keterlambatan, serta membuat pengiriman internasional menjadi lebih mudah dan andal bagi pelanggan dengan berbagai tingkat pengalaman.

    "Pelanggan cukup memotret barang yang akan dikirim menggunakan smartphone atau perangkat lain yang terhubung ke internet," jelasnya.

    Sistem AI kemudian memproses gambar tersebut melalui model computer vision berbasis server untuk mengidentifikasi objek dan menghasilkan deskripsi barang yang terstruktur sesuai standar dokumentasi internasional dan ketentuan kepabeanan, hanya dalam hitungan detik.

    Deskripsi yang dihasilkan akan ditampilkan kepada pelanggan untuk ditinjau, diedit atau disesuaikan sebelum pengiriman diajukan. Pelanggan juga tidak perlu memiliki akun DHL Express untuk menggunakan fitur ini, sehingga proses menjadi lebih sederhana dan mudah diakses.

    Menurut dia, implementasi itu menandai langkah penting dalam penerapan AI di sektor logistik sekaligus menjadi pertama kalinya teknologi identifikasi barang berbasis computer vision diintegrasikan secara langsung dalam alur pemesanan layanan ekspres internasional yang digunakan pelanggan dalam skala besar.

    Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengurangi waktu untuk mengurus dokumentasi dan lebih fokus melayani pelanggan serta mengembangkan bisnis di pasar internasional.

    "Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai sekitar 5 persen pada 2026, kami melihat peluang yang terus terbuka bagi pelaku usaha untuk berekspansi ke pasar global," tuturnya.

    Senior Director IT DHL Express Indonesia Yonata Bastian menambahkan fitur itu memanfaatkan teknologi untuk menyederhanakan proses yang selama ini bergantung pada input manual dan pengalaman individu.

    Menurut dia, selama bertahun-tahun, industri layanan ekspres internasional mengandalkan pengirim untuk mendeklarasikan sendiri isi kiriman mereka, dengan panduan yang terbatas mengenai cara mendeskripsikan barang secara tepat untuk keperluan kepabeanan.

    Meskipun berbagai aspek dokumentasi kepabeanan telah berkembang, proses penyusunan deskripsi barang pada dasarnya masih dilakukan secara manual, berbasis teks, dan bergantung pada pemahaman pengirim terhadap persyaratan otoritas kepabeanan.

    Dia juga mengatakan implementasi DHL Express itu menjadi yang pertama mengintegrasikan teknologi identifikasi barang berbasis computer vision ke dalam alur pemesanan layanan ekspres internasional yang digunakan langsung oleh pelanggan dalam skala besar.

    "Fitur ini telah tersedia di lebih dari 30 negara dan pasar, dengan perluasan implementasi yang akan terus dilakukan sepanjang tahun 2026," katanya.

    Baca juga: DHL Express perkuat ekspor logistik jalur udara Indonesia hingga 3 ton

    Baca juga: DHL Express dukung UMKM ekspor lewat pengiriman logistik internasional

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-15 10:46:14 +0000 UTC