Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mengusulkan 9 hektare lahan untuk ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan yang terletak di Kecamatan Cipayung, Bojongsari, dan Tapos.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Aset pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Kharisma Eka Putra, di Depok, Rabu.

Kharisma mengatakan, usulan tersebut merupakan bagian dari target lahan baku sawah (LBS) untuk mendukung Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Jawa Barat (Jabar) atas arahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI.

“Depok targetnya 13 hektare dari Jabar tapi yang diusulkan untuk ditetapkan hanya 9 hektare, dan yang sudah terverifikasi sekitar 7 hektare,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, proses penetapan lahan terus berjalan dan ditargetkan rampung akhir September melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

Langkah ini sekaligus mendukung pemenuhan target lahan pertanian sawah di Jawa Barat dan memastikan pemanfaatan lahan sesuai peruntukannya.

“Depok sudah on progress. Tinggal penetapan sesuai target Provinsi Jawa Barat pada akhir September,” ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat juga mengajak warga untuk memanfaatkan lahan tidur di sekitar rumah sebagai upaya menjaga ketahanan pangan mandiri.

"Kami mengajak warga Kota Depok untuk mulai melakukan gerakan menanam sederhana di pekarangan," kata Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.

Ia menekankan pentingnya menanam komoditas sederhana seperti cabai, bawang, tomat, dan terong untuk menjaga pasokan pangan di rumah.
Selain itu cara menanamnya pun cukup mudah, tidak perlu lahan yang luas.

“Semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan kita,” ujarnya.

Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.