asiawebawards.com
  • 2026-08-10 15:06:56 +0000 UTC

    Aug 10, 2026

    Demak distribusikan 580 kiloliter air untuk warga terdampak kekeringan

    Demak distribusikan 580 kiloliter air untuk warga terdampak kekeringan

    Senin, 10 Agustus 2026 22:06 WIB

    Image Print

    BPBD Demak, Jawa Tengah, melakukan droping air bersih kepada warga Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, karena kesulitan mendapatkan air bersih, menyusul dampak kemarau panjang, Senin (10/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

    Demak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejak Juni hingga Agustus 2026 telah mendistribusikan 580.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan, menyusul sumber air di desa mereka mulai mengering.

    "Jumlah air bersih yang terdistribusi tersebut, masih bisa bertambah karena masih ada desa yang membutuhkan tambahan pasokan air bersih," kata Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono, di Demak, Senin.

    Untuk hari ini (Senin, 10/8), kata dia, BPBD juga mendistribusikan air bersih ke Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, serta Desa Sambong, Kecamatan Gajah.

    Khusus Desa Ngaluran, lanjut dia, pengajuan permintaan bisa mencapai enam truk tanki dengan kapasitas 5.000 liter air bersih.

    Hingga saat ini, kecamatan yang mengajukan distribusi air bersih ada tujuh kecamatan, meskipun yang mengajukan bukan hanya desa tetapi instansi sekolah juga mengajukan permintaan karena sumber air bersih yang dimiliki mengering.

    Dari tujuh kecamatan, terdapat 13 desa yang tersebar di enam kecamatan dan tiga sekolah di Kecamatan Mranggen, Gajah, dan Wonosalam.

    Belasan desa yang terdampak kekeringan, yakni di Kecamatan Mranggen terdapat enam desa, yakni Kebonbatur, Jamus, Kalitengah, Banyumeneng, Sumberrejo, dan Kangkung. Sedangkan di Kecamatan Guntur ada dua desa, yakni Desa Trimulyo dan Sidoharjo.

    Sementara di Kecamatan Wedung terdapat dua desa, yakni Desa Kedung pasir dan Kedung Mutih. Sedangkan di Kecamatan Gajah terdapat satu desa, yakni Desa Sambung, serta Kecamatan Karanganyar terdapat dua desa, yakni Desa Ngaluran dan Undaan Kidul.

    Khusus Kecamatan Wonosalam permohonan air bersih diajukan oleh SMK Sultan Fatah. Termasuk di Kecamatan Gajah juga ada SD Negeri 2 dan Kecamatan Mranggen terdapat SMP 2 Mranggan yang mengajukan permintaan air bersih.

    "Pekan ini juga sudah terjadwal pendistribusian air bersih ke beberapa desa yang sebelumnya sudah mengajukan surat permohonan ke BPBD," ujarnya.

    Dalam rangka memudahkan masyarakat, BPBD Demak juga meminjamkan tandon air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Sehingga masyarakat bisa mengambilnya saat membutuhkan tanpa harus menunggu truk tanki BPBD datang ke lokasi.

    Tandon air itu antara lain ditempatkan di Desa Ngaluran, Undaan Kidul, Karangtengah, dan Banyumeneng.

    Demi, salah satu warga Desa Ngaluran, mengatakan sumur miliknya mulai mengering, termasuk suplai air dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) juga demikian, mengering sejak sebulan terakhir.

    "Untuk kebutuhan air minum, saya beli air isi ulang. Kalaupun air bersih untuk mandi cuci kehabisan, terpaksa meminta tetangga yang masih memiliki persediaan air bersih," ujarnya.

    Pewarta: Akhmad Nazaruddin
    Editor: Immanuel Citra Senjaya
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-10 15:06:56 +0000 UTC