Dekranasda Bintan promosikan batik motif otak-otak pada Pameran Kriyanusa 2026

Senin, 28 September 2026 21:57 WIB

Image Print

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bintan Hafizha mengenakan busana berbahan Batik bermotif otak-otak pada Pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Bintan

Bintan (ANTARA) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hafizha Rahmadhani mempromosikan batik bermotif otak-otak pada Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26-30 September 2026.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hafizha Rahmadhani mengenakan busana berbahan Batik yang memiliki motif otak-otak khas Bintan itu dengan konsep smart casual pada parade Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta Pusat, Senin.

"Batik motif otak-otak ini terinspirasi dari salah satu kuliner khas Bintan yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir," kata Hafiza dalam keterangan diterima di Bintan, Kepri, Senin.

Ia menjelaskan otak-otak yang terbuat dari olahan ikan dan dibungkus menggunakan daun kelapa tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner, tetapi juga mencerminkan kedekatan masyarakat Bintan dengan laut dan alam di sekitarnya.

Dalam pengembangannya, kata dia, vatik motif otak-otak dituangkan melalui dua karakter motif. Salah satunya memadukan motif otak-otak dengan stilasi ikan sebagai representasi kehidupan laut yang menjadi sumber pangan sekaligus bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

Sementara karakter lainnya memadukan motif otak-otak dengan stilasi ilalang yang menggambarkan alam daratan, nilai ketahanan serta kemampuan untuk terus tumbuh dan beradaptasi.

"Melalui wastra ini, kita ingin membawa cerita tentang Bintan. Bukan hanya tentang keindahan kainnya, tetapi juga tentang kuliner, kekayaan laut, alam, tradisi dan kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari identitas daerah," ujar Hafizha.

Menurut dia, batik motif otak-otak menjadi representasi hubungan antara manusia, alam dan budaya. Melalui motif tersebut, kekayaan laut dan lingkungan sekitar diolah, lalu diwariskan kemudian dihadirkan dalam kehidupan masyarakat melalui karya wastra.

Ia berharap keikutsertaan Bintan dalam Kriyanusa 2026 dapat semakin memperkenalkan wastra dan produk kriya daerah, sekaligus membuka ruang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk memperluas jejaring dan target pasar.

Parade Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota berlangsung di Panggung Utama Hall B JICC dan diikuti para Ketua atau Wakil Ketua Dekranasda dari berbagai daerah.

Peserta menampilkan busana wastra daerah masing-masing dengan konsep smart casual, bukan pakaian adat.

Parade tersebut menjadi salah satu rangkaian Kriyanusa 2026 yang mengangkat tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, sebagai ruang promosi dan apresiasi terhadap kekayaan kriya, wastra dan kreativitas perajin dari berbagai daerah di Indonesia.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.