Pontianak (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah - Apriyani Rahayu memastikan tiket ke final Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan wakil Chinese Taipei Bo-Yuan Chen-Yan Fei Chen pada semifinal di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.

"Saya rasa di gim pertama kondisi lapangan ada perbedaan, kondisi bola tadi agak berat jadi butuh adaptasi dulu dan serangan mereka cukup kuat, jadi kami mengalami sedikit kesulitan di awal," ujar Dejan seusai pertandingan di Pontianak, Sabtu.

Dejan - Apriyani sempat kehilangan gim pertama 11-21, sebelum membalikkan keadaan dengan merebut dua gim berikutnya 21-10, 21-10.

Pertandingan semifinal berlangsung ketat pada gim pembuka ketika Bo-Yuan/Yan Fei mampu menekan pasangan Indonesia melalui serangan-serangan kuat.

Memasuki gim kedua, Dejan/Apriyani melakukan perubahan pola permainan sesuai arahan pelatih. Mereka mulai lebih siap membaca serangan lawan dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan hingga menang 21-10.

"Di gim kedua kami sudah antisipasi dan lebih siap menghadapi serangan lawan dan ini jadi modal di gim ketiga membuat kami lebih yakin untuk menang," kata Dejan.

Menurutnya, perubahan strategi yang diterapkan adalah menghindari permainan lob panjang untuk mengurangi kesempatan lawan melancarkan serangan. Strategi tersebut terbukti efektif setelah Dejan- Apriyani mampu mengontrol dua gim terakhir.

"Lawan memiliki serangan kuat, jadi pelatih memberikan arahan untuk bermain no lob panjang dan akhirnya membuahkan hasil," ungkap Dejan.

Pada gim penentuan, pasangan Indonesia semakin percaya diri dan mampu mempertahankan tekanan hingga kembali menang 21-10.

Sementara itu, Apriyani Rahayu mengatakan kondisi kok yang dirasakan lambat membuat mereka belum menemukan cara permainan pada gim pertama sehingga mereka harus mengubah strategi pada gim berikutnya.

"Kami merasa kok-nya agak lambat, jadi di gim pertama belum dapat feeling-nya," kata Apriyani.

Dengan kemenangan tersebut, Dejan- Apriyani kini tinggal satu langkah lagi untuk meraih gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Apriyani mengatakan mereka akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus menjaga kesiapan mental sebelum menghadapi final.

Turnamen bulu tangkis internasional Polytron Pontianak International Challenge 2026 digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pada 25-30 Agustus 2026 sebagai bagian dari kalender resmi Badminton World Federation (BWF) dengan total hadiah 20 ribu dolar AS. Kegiatan diikuti atlet dari 17 negara, yakni Indonesia, Cina Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slowakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Portugal.

Pewarta: Dedi dan Sucia Lucinda
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.