Jum'at, 21 Agustus 2026, 02:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memastikan dirinya akan datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dilakukan untuk menemui masyarakat yang terdampak gempa. Keputusan tersebut disampaikan setelah muncul permintaan dari warga wilayah terkait agar ia turut membantu kondisi masyarakat pascabencana.
Dedi mengaku mendapatkan permintaan dari akun tiktok @yosi.peci.merah pada Selasa (18/8/2026). Dalam unggahannya, warga tersebut meminta sang gubernur datang dan memberikan bantuan ke NTT.
Baca Juga: Ungkap Akar Polemik Maba Unpad Keisha, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Namanya Juga Masih Muda...
“Kami datang bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi ingin berbagi kebahagiaan dan berharap kehadiran kami bisa memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di NTT,” ujar Dedi, dikutip Jumat (21/8/2026).
Rencana kunjungan tersebut berjalan beriringan dengan upaya pemerintahan daerahnya menggalang bantuan kemanusiaan untuk masyarakat dari NTT.
Pemprov Jabar bersama sejumlah lembaga dan kalangan pengusaha berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp4 miliar. Penggalangan dana tersebut dipimpin langsung sang gubernur dalam rapat koordinasi yang melibatkan unsur Pemprov Jabar, Baznas Jawa Barat, Bank BJB, Kwarda Pramuka Jabar, Kadin Jabar hingga Apindo Jabar.
Dedi menilai bantuan lintas daerah merupakan bentuk kepedulian yang tidak semestinya dibatasi oleh batas administratif.
“Meskipun lokasi bencana berada di luar provinsi, kita hidup harus saling membantu,” ujarnya.
Adapun Bapenda Jawa Barat menyebut dana tersebut berasal dari berbagai pihak. ASN Pemprov Jabar menyumbang Rp400 juta. Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Rp100 juta. Sementara Dedi Mulyadi secara pribadi memberikan Rp600 juta.
Baznas Jawa Barat menyumbang Rp1 miliar. Bank BJB juga memberikan Rp1 miliar. Kadin Jawa Barat menyumbang Rp200 juta, Apindo Jabar Rp500 juta, PT Buana Kasiti Rp100 juta, serta sumbangan perorangan dan tambahan hasil rapat sebesar Rp100 juta.
Pemprov Jabar juga menyiapkan strategi agar bantuan tersebut dapat segera dirasakan masyarakat di lokasi terdampak.
Alih-alih seluruh kebutuhan pokok dikirim dari wilayahnya, pemerintah daerah memilih skema bantuan tunai dengan membeli berbagai kebutuhan masyarakat secara langsung di wilayah yang relatif dekat dengan lokasi bencana.
Baca Juga: Pemerintah Masih Lambat Tangani Bencana, Anies Baswedan: Indonesia Sedang Menghadapi Dua Ujian Besar
“Kita prioritaskan belanja kebutuhan di lokasi terdekat, agar penyaluran cepat sampai dan tidak terhambat pengiriman dari luar daerah. Bantuan difokuskan ke wilayah yang membutuhkan, seperti Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” jelas Dedi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar