AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menghadapi tantangan pengawasan yang semakin besar seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan arus barang.

Pemerintah kini menyiapkan penguatan pengawasan dengan mengandalkan teknologi dan sistem berbasis data.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan Bea Cukai tidak mungkin memeriksa seluruh kontainer secara fisik satu per satu. Karena itu, teknologi diperlukan untuk menentukan barang yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Orangnya berintegritas namun dengan skala pekerjaan pengawasan yang makin besar, maka kita harus menggunakan teknologi,” kata Suahasil dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Sidang Kasus DJBC Ungkap Dana Pengusaha Dipakai Beli Tiket Dirjen Bea Cukai hingga Perangkat Podcast

Salah satu teknologi yang disebut Suahasil adalah X-ray. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu petugas mengidentifikasi kontainer yang perlu diperiksa lebih mendalam.

Penggunaan teknologi juga diarahkan untuk membaca perubahan pola dalam aktivitas impor. Sistem dapat mendeteksi perubahan nomor Harmonized System (HS) maupun jenis barang yang diimpor.

Perubahan tersebut kemudian dapat menjadi alert bagi petugas untuk menentukan langkah pemeriksaan.

Pendekatan ini membuat pengawasan tidak hanya bergantung pada pemeriksaan fisik. Petugas dapat memanfaatkan informasi yang tersedia untuk menentukan objek pengawasan berdasarkan indikator tertentu.

Suahasil mengatakan penggunaan teknologi tersebut merupakan salah satu dari tiga langkah yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat pengawasan Bea Cukai.

Baca Juga: KPK Periksa Dua Pegawai DJBC sebagai Saksi Kasus Korupsi Bea Cukai

Dua langkah lainnya adalah memperkuat kualitas dan integritas sumber daya manusia (SDM) serta membenahi proses bisnis pengawasan.