Rantauprapat (ANTARA) - Mungkin tidak semua pemimpin daerah dikenang karena banyaknya kata-kata atau megahnya pembangunan fisik, ada pula pemimpin yang dikenang karena kebijakan dan programnya benar-benar menyentuh masyarakat.
Di Kabupaten Labuhanbatu, Bupati dr. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, bersama Wakil Bupati Jamri, ST, hadir membawa semangat untuk membangun masa depan daerah.
Bagi keduanya, membangun daerah bukan sekadar menghadiri acara seremonial saja, melainkan memastikan pemerintah hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan.
Sejak awal masa kepemimpinan pada 2025, kebijakan yang menarik perhatian pengalihan anggaran kendaraan dinas Rp2,3 miliar untuk pengadaan kendaraan pengangkut sampah beserta pembangunan infrastrukturnya.
Kebijakan ini mungkin terlihat sederhana, namun, di baliknya ada pesan bahwa anggaran dan kewenangan pemerintah seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, misalnya kebersihan lingkungan bukan hanya persoalan sampah, melainkan berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup warga.
Lahir di Medan, 22 Mei 1979, dr. Maya Hasmita membawa latar belakang sebagai dokter spesialis kandungan ke dalam dunia politik, hadir dengan visi membangun desa dan menata kota melalui semangat Labuhanbatu cerdas bersinar bersama Jamri, yang memiliki pengalaman sebagai kepala desa, mereka memimpin Kabupaten Labuhanbatu dengan harapan pembangunan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Perhatian penting mereka ada di pendidikan anak usia dini (PAUD). Program ini berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar sejak dini tanpa terhalang keterbatasan ekonomi maupun latar belakang keluarga.
Pendidikan usia dini bukan sekadar mengajarkan anak membaca, menulis, dan berhitung, lebih dari itu, PAUD menjadi ruang bagi anak untuk mengenal lingkungan, belajar bersosialisasi, membangun karakter, serta mengembangkan rasa percaya diri.
Upaya ini sejalan dengan cita-cita membangun Generasi Emas Indonesia 2045, yakni generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu pun terus mendorong pengembangan PAUD di 75 desa dan dusun.
Tidak hanya memperluas kesempatan belajar bagi anak, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian dr. Maya Hasmita, para guru dibekali pemahaman tentang cara mencegah perundungan sekaligus meningkatkan kreativitas dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Sebab, anak-anak membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, karena di tempat itulah mereka mulai mengenal nilai-nilai kehidupan, belajar menghargai orang lain, dan menemukan potensi dirinya.
Bagi dr. Maya Hasmita, pendidikan sejak dini merupakan langkah awal untuk menyiapkan masa depan anak, ketika orang tua melihat anaknya memperoleh kesempatan belajar yang baik, tumbuh pula keyakinan bahwa masa depan keluarga memiliki harapan. Di sinilah arti penting kehadiran pemerintah yang dibangun bukan hanya kemampuan anak, melainkan juga kepercayaan orang tua bahwa pendidikan dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Tantangan pendidikan disini tentu tidak mudah di tengah perkembangan teknologi, penggunaan telepon pintar, dan kecerdasan buatan, anak-anak membutuhkan pendampingan yang tepat. Pendidikan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai, karakter, dan kemampuan berpikir kritis.
Sebagian orang tua percaya hasil dari program pendidikan anak usia dini mungkin tidak langsung terlihat dalam satu atau dua tahun, dampaknya bisa dirasakan satu dekade mendatang, ketika anak-anak yang hari ini belajar mulai tumbuh menjadi generasi yang lebih mandiri. Namun, semua itu butuh kesabaran, ada hasil yang bisa dinikmati dalam waktu singkat, tetapi ada pula investasi yang manfaatnya baru terlihat bertahun-tahun kemudian.
Pada 17 Oktober 2026, Kabupaten Labuhanbatu akan memperingati hari jadinya yang ke-81, dimana hamparan perkebunan kelapa sawit luas tanpa batas di Pantai Timur Sumatera.
Pemerintah daerah tentu tidak bisa menyelesaikan semua persoalan dalam waktu singkat, perjalanan pembangunan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, masih ada kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, infrastruktur yang perlu diperbaiki, serta pelayanan publik yang terus ditingkatkan.
Perbaikan infrastruktur dan penataan jalan utama menjadi bagian dari pekerjaan yang terus didorong, begitu pula rencana penataan pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh seiring upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertib.
Gagasan pengembangan kawasan perkotaan Rantauprapat secara terpadu, termasuk rencana fasilitas publik seluas 500 hektare menjadi bagian dari arah pembangunan yang perlu diperjuangkan dengan perencanaan matang.
Menjelang usia ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, tanggung jawab dr. Maya Hasmita bukan sekadar menjalankan roda pemerintahan saja, akan tetapi memikul tanggung jawab dari harapan kecil yang sederhana untuk Labuhanbatu lebih baik.
Pewarta: Kurnia Hamdani
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.