Dari barisan ke kampung
Jika ratusan Paskibraka Surabaya mampu membawa nilai disiplin, gotong royong, persatuan, dan kepemimpinan dari lapangan upacara ke ruang kehidupan warga, maka langkah itu menjadi lebih dari sekadar program kepemudaan.
Surabaya (ANTARA) - Bendera telah diturunkan, sepatu kembali tersimpan, dan barisan Paskibraka perlahan bubar menuju rumah masing-masing.
Namun, bagi Pemerintah Kota Surabaya, pengabdian para pemuda yang baru saja menjalankan tugas kenegaraan itu justru diharapkan tidak berakhir setelah upacara 17 Agustus.
Ratusan anggota Paskibraka dari sejumlah angkatan disiapkan menjadi Duta Kampung Pancasila pada 2027. Gagasan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam Malam Apresiasi Paskibraka Kota Surabaya 2026, Senin (17/8).
Gagasan ini menarik bukan semata karena melibatkan pemuda yang pernah berdiri tegak di hadapan Merah Putih. Lebih jauh, rencana tersebut memperlihatkan upaya mengubah pendidikan kebangsaan dari seremoni menjadi aktivitas sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
Sejak 2022 hingga 2026, Surabaya memiliki sekitar lima angkatan Paskibraka dengan jumlah sekitar 100 anggota setiap angkatan. Pada 2026 saja, terdapat 98 pemuda yang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan, terdiri atas 49 putra dan 49 putri.
Mereka menjalani pendidikan sekitar dua pekan dengan agenda yang tidak sebatas baris-berbaris. Wawasan kebangsaan, pengamalan Pancasila, kepemimpinan, antinarkoba, hingga pendampingan psikologis menjadi bagian dari pembekalan.
Di titik inilah gagasan menjadikan mereka duta di kampung masing-masing memperoleh relevansinya. Pendidikan yang intensif akan kehilangan sebagian maknanya apabila hanya menghasilkan kemampuan menjalankan upacara, tetapi tidak meninggalkan perilaku yang dapat dirasakan masyarakat.
Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 memang menempatkan Program Paskibraka sebagai bagian dari pembinaan ideologi Pancasila yang dilaksanakan secara terencana, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan. Program itu mencakup Paskibraka, purnapaskibraka, dan purnapaskibraka Duta Pancasila.
Dengan demikian, gagasan Surabaya bukan sekadar memperpanjang masa penggunaan simbol Paskibraka. Ada landasan kebijakan yang menempatkan mereka sebagai bagian dari kaderisasi generasi muda berkarakter Pancasila.
Namun, justru karena memiliki landasan yang kuat, pelaksanaannya tidak boleh berhenti pada penamaan baru.
Baca juga: Dari kampung, kota menemukan Jiwanya
Baca juga: Kepala BPIP: Anggota Paskibraka disiapkan bumikan nilai Pancasila
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.