Jakarta -
Desainer Daniel Lee dapat sejenak bernapas lega. Setelah melalui awal masa kepemimpinan di Burberry yang mengundang beragam reaksi, Chief Creative Officer rumah mode asal Inggris itu kembali menunjukkan kepiawaiannya lewat koleksi terbaru.
Presentasi busana yang digelar di Chelsea College of Arts, University of the Arts London (UAL), menjadi penutup rangkaian London Fashion Week Spring-Summer 2027, Senin (21/9/2026). Kali ini, Daniel menghadirkan sesuatu yang belum pernah dilakukannya untuk sebuah show: kolaborasi.
Bertepatan dengan perayaan 170 tahun Burberry, Daniel menggandeng desainer tekstil kenamaan Inggris, Celia Birtwell. Perempuan 85 tahun tersebut dikenal lewat corak floral yang vibrant dan nuansa bohemian yang telah menjadi bagian penting dari sejarah desain tekstil Inggris sejak 1960-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum pernah berkolaborasi untuk sebuah show karena itu bukan hal yang mudah. Namun, semua orang sangat menyukai Celia," ujar Daniel kepada WWD.
Daniel memang telah lama mengagumi karya Birtwell. Keduanya bertemu pada musim semi tahun ini dan Daniel langsung terkesan dengan energi serta semangat hidup sang desainer tekstil.
"Karyanya timeless dan dia juga terinspirasi oleh motif kotak Burberry. Celia juga ingin menginterpretasikan itu ke dunianya," kata Daniel.
Pertemukan Motif Ikonik Burberry dengan Floral Celia Birtwell
Kolaborasi ini mempertemukan dua identitas visual yang sangat khas. Burberry dikenal dengan motif check yang menjadi salah satu simbol rumah mode tersebut, sementara Birtwell memiliki ciri khas berupa ilustrasi bunga yang ekspresif, sulur-sulur psychedelic, dan motif yang terinspirasi dari budaya bohemian London era 1960-an.
Birtwell kemudian membuat interpretasi yang lebih bebas terhadap motif check Burberry. Alih-alih tampil dalam susunan geometris yang teratur, motif tersebut dibuat dengan sapuan tangan sehingga terasa lebih organik dan personal.
Menurut Daniel, pendekatan tersebut membuat motif check terasa lebih "manusiawi". Ia menilai, ketika seseorang membeli produk luxury, keputusan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada kebutuhan, tetapi juga keterikatan emosional.
Selain motif check yang diinterpretasikan ulang, koleksi ini juga menampilkan gambar wajah-wajah bulat berwarna cerah dari arsip Birtwell. Motif tersebut sebenarnya telah dibuat sekitar 20 tahun lalu, tetapi belum pernah diproduksi hingga akhirnya digunakan dalam koleksi Burberry musim ini.
Hasilnya adalah koleksi yang terasa lebih ringan, ceria, dan playful, dengan perpaduan antara karakter klasik Burberry dan dunia visual Birtwell.
Trench Coat Tetap Jadi Andalan
Meski menghadirkan pendekatan baru melalui kolaborasi, Daniel tidak meninggalkan salah satu kekuatan terbesar Burberry: outerwear.
Untuk koleksi Spring-Summer 2027, trench coat hadir dalam material silk taffeta dengan siluet yang lebih dramatis. Beberapa desain menampilkan hem berbentuk puffball serta detail kerah berkerut.
Ada pula model yang tampil membawa payung dengan detail bordir, sebuah sentuhan yang terasa relevan dengan cuaca London yang kerap berubah dan sekaligus mengingatkan pada akar Burberry sebagai rumah mode yang memiliki sejarah panjang dalam pakaian luar.
Strategi untuk kembali menonjolkan outerwear juga menjadi bagian dari upaya Burberry memperkuat identitasnya. Dengan sejarah panjang dalam menciptakan pakaian untuk menghadapi cuaca Inggris, trench coat menjadi salah satu kategori yang paling erat dengan nama Burberry.
Burberry Mulai Bangkit
Koleksi terbaru ini juga hadir ketika Burberry tengah berupaya bangkit dari periode sulit beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan Guardian, Burberry mencatat pertumbuhan pendapatan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada musim panas ini. Penjualan ritel perusahaan tersebut naik 5% secara tahunan pada kuartal kedua.
Di bawah CEO Joshua Schulman dan Daniel Lee, Burberry juga berupaya menempatkan kembali produknya dalam konteks luxury yang lebih luas, termasuk melalui strategi harga yang dinilai lebih realistis.
Sementara Schulman membawa pendekatan "value for money in a luxury context", Daniel memberikan sentuhan yang lebih muda pada karakter Britishness yang selama ini menjadi identitas Burberry.
Koleksi hasil kolaborasi dengan Celia Birtwell pun memperlihatkan pendekatan tersebut: warisan Inggris tetap menjadi fondasi, tetapi dikemas dengan motif, warna, dan siluet yang terasa lebih segar.
Pameran Trench Coat di Museum V&A
Untuk memperkuat perayaan 170 tahun Burberry sekaligus mengangkat kembali sejarah trench coat, Burberry juga menggelar pameran kecil di Victoria and Albert Museum (V&A), South Kensington, London.
Pameran bertajuk The Burberry Trench: Crafting an Icon tersebut dibuka untuk publik hingga 3 Januari. Sejumlah koleksi bersejarah ditampilkan, termasuk mantel militer yang pernah dikenakan seorang letnan kolonel Angkatan Darat Inggris pada 1939 dan trench coat milik desainer Hardy Amies.
Ada pula sejumlah trench coat dari koleksi runway terbaru, termasuk desain berbahan kulit metalik dan snakeskin berwarna emas.
Lewat koleksi Spring-Summer 2027 dan rangkaian perayaan 170 tahun tersebut, Burberry tampak kembali menempatkan warisan sebagai bagian penting dari masa depannya. Kali ini, identitas klasik itu hadir berdampingan dengan interpretasi baru Daniel Lee dan sentuhan floral khas Celia Birtwell.
(dtg/dtg)