Danantara tegaskan kehati-hatian dalam restrukturisasi BUMN Karya
Ini yang memakan waktu, dan yang juga masyarakat harus tahu bahwa problem (BUMN Karya) ini kan sudah cukup lama dan besar
Jakarta (ANTARA) - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan prinsip kehati-hatian dalam proses restrukturisasi BUMN Karya.
“Memang hati-hati sekali. Ini yang memakan waktu, dan yang juga masyarakat harus tahu bahwa problem (BUMN Karya) ini kan sudah cukup lama dan besar. Inilah yang satu per satu (diselesaikan),” kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.
Ia menilai BUMN Karya memiliki sejumlah masalah yang cukup kompleks, sehingga memakan waktu yang cukup lama dalam proses restrukturisasi BUMN.
Ia menyebut sejumlah permasalahan itu mulai dari jumlah anak dan cucu perusahaan yang banyak, hingga utang-utang bernilai besar.
“Persoalannya itu cukup luas. Pertama bahwa liabilities besar, utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah. Bisa bayangkan masing-masing punya anak perusahaan lebih dari 20. Jadi dengan begini sebetulnya bisa membayangkan seperti apa kita bekerja menyelesaikan satu per satu,” jelas Dony.
Oleh karena itu, prinsip kehati-hatian menjadi prioritas utamanya dalam menyelesaikan upaya penyehatan BUMN Karya saat ini.
“Tapi kalau kita mau instan tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang-orang yang terdampak, itu kan gampang saja. Kita bisa merger-kan, kita pailitkan, dan sebagainya. Tapi kami memikirkan juga dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali,” ujar Dony.
Terkait target restrukturisasi BUMN Karya, Dony mengaku masih belum bisa memastikan. Namun, ia berharap akhir tahun ini bisa diselesaikan.
“Ini saya tidak bisa pastikan karena berproses terus. Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai. Tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit. Teman-teman juga tentu tahu ada (masalah seperti) LRT (City), nanti ada lagi yang (gugatan terhadap) WIKA Realty, ada ini segala macam,” kata dia.
Sebelumnya, Dony Oskaria menyatakan merger BUMN Karya yang semula ditargetkan Juni 2026 akan mundur ke kuartal IV 2026.
“Yang agak tertunda juga itu di (BUMN) Karya. Karya awalnya kan Juni, yang kemungkinan nanti akan digeser menjadi kuartal keempat,” ujar Dony di Jakarta, Senin (8/6).
Sebagai informasi, BUMN Karya yang akan dimerger rencananya adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero).
Baca juga: BP BUMN: Arah restrukturisasi Waskita perkuat fokus bisnis jalan tol
Baca juga: BP BUMN libatkan Himbara untuk restrukturisasi BUMN Karya
Baca juga: Danantara pastikan merger BUMN karya tuntas pada 2026
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.