Petugas memarkir mobil pikap operasional yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada pendistribusian tahap pertama di KDMP Desa Pasirharjo, Blitar, Jawa Timur, Senin (13/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan memiliki peran strategis sebagai channel distribution pemerintah di tingkat desa. Dony menilai keberadaan Kopdes tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik koperasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem distribusi subsidi dan kebutuhan masyarakat yang lebih terintegrasi.

"Nah ini juga teman-teman juga mesti memahami fungsi Kopdes ini sehingga nanti tidak jadi bias. Kopdes ini menjadi channel distribution," ujar Dony di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dony menjelaskan KDKMP akan menjadi pusat penyaluran berbagai subsidi pemerintah. Dengan jaringan yang tersebar hingga desa, pemerintah berhatap memiliki sistem distribusi yang lebih terkontrol sekaligus data penerima yang lebih terintegrasi.

"Jadi di mana pun lokasinya, karena coverage-nya adalah desa. Nanti teman-teman bisa bayangkan. Koperasi desa ini nanti akan menjadi pusat penyaluran senuruh subsidi kita," ucap Dony.

Kepala BP BUMN itu mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan sistem yang memungkinkan tersedianya single data penerima subsidi dalam memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran subsidi sekaligus mengurangi kebocoran. Danantara, lanjut Dony, sedang membentuk tim bersama tim dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi dalam. membangun sistem tersebut.

Dony memaparkan sistem tersebut nantinya berbasis data mengenai masyarakat yang berhak menerima subsidi. Dony memperkirakan perbaikan ketepatan sasaran dapat menghasilkan penghematan yang signifikan.

"Kami menargetkan kalau ini sudah terjadi nanti, ada single datanya. Kebocoran subsidi itu akan berkurang. Bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar 150 triliun setahun," ungkap pria kelahiran Sumatera Barat tersebut.