Senin, 12 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jakarta, VIVA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian di Indonesia. Sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 63.789 tenaga kerja melaporkan terkena PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Baca Juga

Dari puluhan ribu laporan tersebut, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja terdampak PHK terbanyak. Jumlahnya mencapai 13.044 orang atau sekitar 20,45 persen dari total laporan nasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Posisi berikutnya ditempati Banten dengan 7.733 orang, disusul Jawa Timur yang mencatat 6.154 orang. Dikutip dari data di portal Satu Data Kemnaker pada Senin (12/10/2026), memperlihatkan bahwa lima provinsi dengan laporan PHK terbanyak berada di Pulau Jawa. 

Baca Juga

Selain Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur, ada Jawa Tengah serta DKI Jakarta yang masuk dalam daftar tersebut.

Perlu diperhatikan, angka ini merujuk pada pekerja yang melaporkan terkena PHK melalui sistem JKP, bukan berarti seluruh kejadian PHK di setiap provinsi telah tercatat dalam data tersebut.

Baca Juga

Daftar 5 Provinsi dengan PHK Terbanyak pada 2026

Berikut lima provinsi dengan jumlah laporan pekerja terkena PHK terbanyak selama periode Januari hingga September 2026 berdasarkan data Kemnaker.

1. Jawa Barat, 13.044 orang

Jawa Barat menempati urutan pertama dengan 13.044 laporan pekerja terkena PHK. Angka tersebut setara dengan sekitar 20,45 persen dari total 63.789 laporan PHK secara nasional selama sembilan bulan pertama 2026.

2. Banten, 7.733 orang

Banten berada di posisi kedua dengan 7.733 pekerja melaporkan terkena PHK. Jumlah tersebut terpaut 5.311 orang dibandingkan Jawa Barat yang berada di peringkat pertama.

3. Jawa Timur, 6.154 orang

Selanjutnya, Jawa Timur mencatat 6.154 laporan PHK. Provinsi ini menempati urutan ketiga dalam daftar wilayah dengan jumlah pekerja terdampak PHK terbanyak berdasarkan data Kemnaker.

4. Jawa Tengah, 5.585 orang

Jawa Tengah berada di posisi keempat dengan 5.585 laporan pekerja terkena PHK sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut lebih rendah 569 orang dibandingkan Jawa Timur.

5. DKI Jakarta, 4.587 orang

DKI Jakarta melengkapi daftar lima besar dengan 4.587 laporan PHK. Ibu kota menjadi provinsi kelima dengan jumlah laporan tertinggi dalam data yang dirilis Kemnaker tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Total Laporan PHK Capai 63.789 Orang

Jika dijumlahkan, lima provinsi tersebut menyumbang 37.103 laporan PHK atau sekitar 58,16 persen dari total laporan nasional selama Januari hingga September 2026.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, data tersebut perlu dibaca sesuai cakupannya. Kemnaker menyajikan jumlah pekerja yang melaporkan terkena PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Karena itu, angka yang tercatat tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kasus PHK yang terjadi di setiap provinsi.