Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah wilayah Indonesia diprediksi bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Kamis (1/10). Potensi hujan ini dipicu oleh sejumlah dinamika atmosfer yang terjadi di Tanah Air.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap akhir September hingga awal Oktober, dinamika atmosfer regional masih berpotensi meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di sebagian wilayah di tengah pengaruh kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat.
"Curah hujan pada periode akhir September hingga awal Oktober 2026 secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0-150 mm per dasarian," tulis BMKG di situs resminya, Senin (28/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut BMKG, dinamika atmosfer regional masih berpotensi meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di sebagian wilayah. BMKG memprakirakan pada periode 27 September hingga 4 Oktober 2026, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudra Hindia, serta Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang diprakirakan aktif secara bersamaan di sebagian wilayah Sumatra dan perairan sekitarnya.
Gelombang Rossby Ekuatorial juga turut memengaruhi gelombang atmosfer di wilayah Jawa, sehingga meningkatkan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan pada wilayah yang dilaluinya.
Selain itu, pola perlambatan dan belokan angin serta labilitas atmosfer di wilayah Kalimantan dan Papua juga memperkuat proses pengangkatan massa udara dan perkembangan awan konvektif di beberapa daerah sehingga potensi hujan signifikan masih dapat terjadi secara lokal.
"Dengan demikian, meskipun dinamika iklim global secara umum masih cenderung membatasi pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, pengaruh atmosfer regional dan lokal tetap dapat memicu peningkatan aktivitas hujan di wilayah tertentu," jelas BMKG.
Berikut daftar daerah berpotensi hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang pada hari Rabu (30/9):
Daerah berpotensi angin kencang
- Jawa Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
- Papua Selatan
(dmi)