CPM salurkan 700 dus masker untuk pelajar di Palu

Sabtu, 10 Oktober 2026 12:24 WIB

Image Print

PT Citra Palu Minerals (CPM) menyalurkan 700 dus masker dan poster edukasi kesehatan kepada siswa dan guru di SDN Poboya Palu, Sabtu (10/10/2026). ANTARA/HO-Humas PT CPM

Palu (ANTARA) - PT Citra Palu Minerals (CPM) menyalurkan 700 dus masker dan poster edukasi kesehatan kepada siswa dan guru di 33 sekolah di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah sebagai upaya melindungi kesehatan dari dampak kabut asap.

“Manajemen PT CPM berinisiatif berkontribusi langsung dalam menanggulangi dampak kabut asap. Kami ingin memastikan anak-anak sekolah tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan sehat,” kata Superintendent Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM-CSR) PT CPM Rahyunita Handayani di Palu, Sabtu.

Ia menjelaskan inisiatif tersebut berangkat dari keprihatinan manajemen terhadap penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan di sejumlah daerah.

Hingga saat ini, PT CPM telah menyalurkan bantuan masker ke 10 sekolah selama dua hari terakhir.

"Penyaluran akan dilanjutkan ke 23 sekolah lainnya untuk memenuhi target bantuan di 33 sekolah yang telah direncanakan," kata dia.

Rahyunita menjelaskan program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang menempatkan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai salah satu prioritas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sementara itu, Kepala SDN Poboya Sesi Susanti mengapresiasi bantuan tersebut karena dinilai membantu melindungi siswa dari risiko gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembagian masker. Udara di Kota Palu sedang tidak sehat akibat paparan asap dan ini berisiko mengganggu sistem pernapasan anak-anak,” ujar Sesi.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, PT CPM berharap perlindungan kesehatan siswa dan guru di lingkungan sekolah dapat ditingkatkan serta kesadaran untuk menjaga kesehatan tetap terpelihara selama kualitas udara belum membaik.

Pewarta : Kristina Natalia
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026