Jakarta (ANTARA) - ​Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai investasi menjadi kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Jadi kalau ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sering kali banyak yang percaya bahwa ini memang harus didorong oleh investasi dulu, termasuk investasi ini punya dampaknya nanti ke lapangan kerja, termasuk juga ke konsumsi. Jadi harapannya di situ," ujar Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pertumbuhan dari sisi investasi selama periode kuartal pertama tahun 2025 hingga kuartal II tahun ini rata-rata 5,5 persen, secara kombinasi dengan value total-nya maka hal tersebut bagus kendati perlu digenjot lagi agar dapat mencapai target pertumbuhan 8 persen.

Faisal mengatakan investasi paling besar datang dari pemerintah dan BUMN, sedangkan investasi dari swasta perlu didorong pertumbuhannya.

"Ini memang saya pikir adalah mendorong investasi dengan memberikan sinyal kepada swasta, memberikan keyakinan pada swasta untuk inject lebih banyak menanamkan modal," katanya.

Baca juga: BI rilis tiga program unggulan ekonomi dan keuangan syariah di ISEF

Baca juga: IBC angkat isu dampak sosial dari pertumbuhan ekonomi lewat IES 2027

Dia juga mengatakan, pemerintah perlu mendorong investasi dari swasta sekaligus juga menjaga serta mengoptimalkan investasi dari BUMN dalam rangka penciptaan lapangan kerja formal yang lebih luas.

"Jadi harus dua-duanya itu didorong sehingga lapangan pekerjaan yang formal lebih banyak, sehingga ada dampak nanti terhadap konsumsi dan juga terhadap kinerja ekspor nantinya," kata Faisal.

Sebagai informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, butuh investasi hingga Rp13.000 triliun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen.

Menurut dia, realisasi investasi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, di mana pada tahun sebelumnya kontribusi dari investasi rata-rata di 28 hingga 29 persen.

Rosan menyatakan bahwa pada tahun 2024 realisasi investasi kurang lebih Rp1.714 triliun dan pada 2025 meningkat menjadi Rp1.931 triliun.

Ia menambahkan, investasi yang masuk tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Selain itu investasinya juga harus berkualitas.

Baca juga: Kadin: ISF 2026 jadi ruang kolaborasi untuk ketahanan ekonomi RI

Baca juga: Bappenas ungkap kebutuhan transformasi kelola ekonomi dan lingkungan

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.