Jakarta, CNN Indonesia --

Pernahkah kamu bertanya, apakah kamu termasuk orang yang dewasa secara emosional atau tidak? Cari tahu kebenarannya dengan cek ciri-ciri kamu tidak dewasa secara emosional yang satu ini.

Kedewasaan tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh cara seseorang memahami perasaan, menghadapi masalah, dan memperlakukan orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seseorang yang belum dewasa secara emosional mungkin terlihat baik-baik saja dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kesulitan mengelola emosi ketika menghadapi kritik, konflik, atau situasi yang tidak sesuai harapan.

Kondisi ini bukan berarti seseorang adalah pribadi yang buruk. Kebiasaan tersebut bisa terbentuk dari pengalaman masa lalu dan masih dapat diperbaiki melalui latihan serta kesadaran diri. Berikut tujuh ciri yang perlu kamu kenali.

1. Selalu menghindari tanggung jawab

Mengutip laman Therapy Now SF, salah satu ciri-ciri kamu tidak dewasa secara emosional adalah selalu menghindari tanggung jawab.

Ketika melakukan kesalahan, kamu cenderung mencari alasan, menyalahkan keadaan, atau menunjuk kesalahan orang lain. Kamu merasa perlu membela diri agar tidak terlihat buruk di mata orang lain.

Padahal, mengakui kesalahan merupakan bagian penting dari kedewasaan. Kamu tidak harus selalu benar untuk tetap menjadi pribadi yang berharga. Belajarlah menerima kritik, meminta maaf, dan memperbaiki tindakan yang keliru.

Pilihan Redaksi

  • Benci Lihat Kamu Sukses, Kenali 7 Ciri Orang dengan Crab Mentality
  • 9 Ciri-ciri Kamu Bukan Orang yang Open-minded, Sering Tak Disadari
  • 7 Ciri-Ciri Kecerdasan Emosionalmu Rendah, Apa Saja Tandanya?

2. Kesulitan menghadapi konflik

Saat menghadapi perselisihan, kamu mungkin memilih diam tanpa penjelasan, menghindari orang yang bersangkutan, atau justru meluapkan kemarahan secara berlebihan. Setelah masalah berlalu, kamu bisa saja bersikap seolah tidak terjadi apa-apa tanpa menyelesaikannya.

Kebiasaan ini membuat masalah menumpuk dan hubungan menjadi renggang. Cobalah membicarakan persoalan ketika pikiran sudah tenang, lalu jelaskan perasaan dan kebutuhanmu dengan bahasa yang tidak menyerang.

3. Selalu mengandalkan orang lain untuk mengelola emosi

Kamu mungkin berharap orang lain selalu menenangkanmu, menyelesaikan konflik untukmu, atau mengambil keputusan sulit yang sebenarnya menjadi tanggung jawabmu. Misalnya, kamu meminta pasangan menolak permintaan keluargamu karena tidak sanggup mengatakan tidak sendiri.

Meminta bantuan bukanlah hal yang salah. Namun, jika terus-menerus menyerahkan tanggung jawab emosional kepada orang lain, hubungan bisa menjadi tidak seimbang. Belajarlah menghadapi percakapan sulit dan menetapkan batasan secara mandiri.

4. Membuat orang lain merasa bersalah karena mengungkapkan perasaan

[Gambas:Video CNN]

Situs Nick Wignall juga menambahkan, orang yang tidak dewasa secara emosional sering kali membuat orang lain bersalah karena mengungkapkan perasaan.

Ketika seseorang mengatakan bahwa perkataanmu menyakitkan, kamu mungkin membalas dengan mengatakan bahwa mereka terlalu sensitif atau tidak bisa menerima candaan. Respons tersebut dapat membuat orang lain merasa bersalah karena memiliki emosi.

5. Suka memberi nasihat, tetapi sulit menerimanya

Kamu mudah memberi tahu orang lain apa yang harus dilakukan, tetapi merasa tersinggung ketika menerima masukan serupa. Kamu mungkin menganggap kritik sebagai serangan pribadi, bukan kesempatan untuk belajar.

6. Selalu bersikap defensif saat dikritik

Kamu mungkin langsung membalas kritik dengan menyebut kesalahan orang lain, meninggikan suara, atau mencari pembenaran. Akibatnya, pembicaraan yang seharusnya menyelesaikan masalah justru berubah menjadi pertengkaran.

Merasa tersinggung saat dikritik merupakan hal yang wajar. Namun, kedewasaan emosional terlihat dari kemampuan mengenali perasaan tersebut tanpa bertindak impulsif. Beri dirimu waktu untuk berpikir sebelum merespons.

7. Sulit terbuka tentang perasaan sendiri

Kamu terbiasa menyembunyikan kesedihan, kecemasan, atau kekecewaan karena takut dianggap lemah. Alih-alih membicarakan masalah, kamu mungkin mengalihkan perhatian dengan bekerja berlebihan atau melakukan kegiatan lain secara terus-menerus.

Menjaga privasi memang penting, tetapi memendam semua perasaan dapat membuat masalah tidak terselesaikan. Cobalah mengenali emosi yang muncul dan membagikannya kepada orang yang kamu percaya ketika merasa siap.

Jika mengenali beberapa ciri-ciri kamu tidak dewasa secara emosional di atas, jadikan hal tersebut sebagai bahan refleksi diri, bukan alasan untuk menghakimi diri sendiri.

(sac/asr)