China Terbuka: Fajar/Fikri Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal, Rachel/Febi dan Putri KW Tersingkir
Kendati unggul poin, Fajar mengakui bahwa kemenangan mereka kali ini diraih lewat taktik yang sangat matang untuk mengatasi keuletan sang lawan serta kendala laju angin di arena pertandingan.
"Meskipun skor jauh tapi memang tidak mudah untuk kami menghadapi pasangan Korea. Beberapa kali bola yang harusnya kami bisa mematikan, tapi mereka bisa mengembalikan," kata Fajar usai laga.
https://www.akurat.co/badminton/876354/china-terbuka-jonatan-christie-kandas-tunggal-putra-indonesia-tanpa-wakil
"Kami sudah siap dengan strategi apa yang harus diterapkan. Kondisi lapangan yang ada kalah dan menang angin di setiap sisinya jadi menurut saya membuat mereka juga tidak nyaman mainnya."
Namun, ujian berat sudah menanti Fajar/Fikri di babak semifinal China Terbuka esok hari. Mereka dipastikan bersua raksasa sekaligus favorit tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang. Fikri menegaskan kesiapan mereka menghadapi tekanan publik Changzhou.
"Besok sudah ditunggu Liang/Wang. Melawan tuan rumah bukan hal yang mudah dan mereka pun pasangan yang sangat baik," tegas Fikri.
"Kami sudah sering bertemu mereka jadi sudah tahu kekurangan dan kelebihan juga menerapkan strategi apa. Yang pasti untuk besok harus siap dan malam ini recovery yang bagus."
Rachel/Febi Janji Evaluasi Usai Terhenti di Tangan Unggulan Tuan Rumah China Terbuka
Langkah mengejutkan ganda putri muda Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, akhirnya terhenti di babak perempat final.
Berhadapan dengan unggulan kedelapan tuan rumah, Li Yi Jing/Luo Xu Min, Rachel/Febi dipaksa menyerah dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 18-21.
Febi tak menampik bahwa mereka terus mendapat tekanan sepanjang laga akibat bola pengembalian yang kurang sempurna.
Hal itu memudahkan ganda China untuk melakukan serangan mematikan.
"Tadi kami lebih banyak tertekan, pengembalian bolanya terlalu tanggung jadi mereka enak buat menyerang kami," kata Febi.
"Setelah ini kami menatap Kejuaraan Dunia pertama kami. Harus meningkatkan lagi konsistensinya dan ditambah tenaga pukulannya."
Semtara itu, Rachel menambahkan bahwa perubahan laju angin dan intensitas tenaga lawan menjadi pembeda utama pada laga ini.
Meski terhenti, dua pekan kompetisi di level teratas menjadi modal berharga bagi mereka menuju Kejuaraan Dunia.
"Banyak yang bisa diambil dari pertandingan-pertandingan di dua minggu ini. Ini jadi modal untuk perbaikan ke depan," tutur Rachel.
Fokus Terkuras di Turnamen Beruntun, Putri KW Disingkirkan Miyazaki
Sementara itu di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani harus gigit jari pada babak 16 besar.
Menempati posisi unggulan keenam, Putri KW gagal melangkah lebih jauh usai takluk lewat pertarungan rubber game dari wakil Jepang, Tomoka Miyazaki, dengan skor 21-16, 11-21, dan 9-21.
Sempat merebut gim pertama, Putri KW mengakui penampilannya di dua gim berikutnya sangat jauh dari ekspektasi akibat kesulitan keluar dari tekanan angin dan variasi serangan Miyazaki.
"Untuk hari ini saya rasa sangat tidak puas mainnya. Walaupun gim pertama menang, tapi gim kedua dan ketiga benar-benar tidak memuaskan. Di gim ketiga dari awal dia terus menekan dan saya tidak bisa keluar dari tekanan," kata Putri.
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, saat menghadapi Tomoka Miyazaki di perempat final China Terbuka 2026 di Changzhou, China, Jumat (24/7/2026). PBSI.
Kendati mengaku kecewa dengan hasil di Changzhou, Putri tetap memetik pelajaran penting dari perjalanan fisiknya selama dua pekan beruntun di Negeri Sakura dan China.
Terutama usai sempat menumbangkan raksasa China Wang Zhi Yi pekan lalu.
"Saya harus belajar lagi menahan fokus pikirannya biar tetap prima tidak hanya dalam satu atau dua pertandingan, tidak hanya satu turnamen tapi di dua atau tiga turnamen beruntun," ucap Putri.