Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
12 September 2026 16:00
Jakarta, CNBC Indonesia - China tak pernah berhenti dalam menambah kekuatan tempurnya di udara. Setelah memiliki J-20 dan J-35, Beijing kini sedang mengembangkan jet siluman generasi baru yang dikenal sebagai J-50.
Melansir South China Morning Post (SCMP), penelitian terbaru para perancang pesawat militer China mengungkap sejumlah teknologi yang sedang disiapkan untuk jet tempur generasi berikutnya tersebut.
Penelitian itu disusun oleh tim dari Shenyang Aircraft Design and Research Institute, lembaga yang dikaitkan dengan pengembangan J-50. Tim tersebut dipimpin Zhang Dong, kepala perancang sistem kendali penerbangan di lembaga itu.
J-50 tidak hanya dirancang agar sulit terdeteksi radar. Jet tersebut juga dipersiapkan untuk terbang secara otomatis, tetap menemukan arah tanpa bantuan satelit, dan memimpin sekelompok drone di medan perang.
Salah satu teknologi yang dikembangkan memungkinkan sistem pesawat mengambil alih kendali ketika pilot kehilangan kesadaran atau tidak mampu menangani banyak tugas sekaligus.
China juga menyiapkan teknologi navigasi kuantum agar jet tetap dapat mengetahui posisinya ketika sinyal satelit seperti GPS diganggu atau dilumpuhkan musuh.
Kemampuan lainnya adalah bekerja bersama banyak drone. Jet utama nantinya dapat mengarahkan drone untuk melakukan serangan, pengintaian, atau memberikan perlindungan sesuai dengan perubahan kondisi pertempuran.
Meski banyak disebut sebagai J-50, nama tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah China. Sebutan itu digunakan para pengamat untuk pesawat eksperimental buatan Shenyang yang pertama kali terlihat menjalani uji terbang pada Desember 2024.
JNamun, belum ada informasi resmi mengenai kecepatan, jarak terbang, persenjataan, maupun waktu pesawat tersebut mulai digunakan. J-50 masih berada dalam tahap pengembangan dan belum menjadi bagian dari armada tempur aktif China.
Lantas, apa saja jet tempur siluman yang sudah dimiliki China?
Untuk jet tempur siluman generasi kelima yang telah diperkenalkan secara resmi, China memiliki dua keluarga utama, yakni J-20 dan J-35.
Jet Siluman Pertama China: J-20
Perjalanan China membangun armada jet siluman dimulai dari J-20. Pesawat buatan Chengdu Aircraft Industry Group itu pertama kali terbang pada Januari 2011 silam.
J-20 kemudian diperlihatkan kepada publik dalam acara Zhuhai Airshow pada 2016. Setahun berikutnya, jet tersebut mulai masuk dinas Angkatan Udara China.
Pada 2018, J-20 mulai ditempatkan di unit tempur. Kehadirannya cukup menunjukkan kemampuan China dalam membuat dan mengoperasikan jet siluman karyanya sendiri.
J-20 memiliki ukuran besar dan menggunakan dua mesin.
Agar kemampuan silumannya tetap terjaga, rudal J-20 disimpan di dalam badan pesawat. Senjata tidak selalu digantung di bawah sayap karena posisi tersebut dapat membuat pesawat lebih mudah terdeteksi radar.
China terus mengembangkan J-20 setelah jet itu masuk dinas. Selain versi awal, kini terdapat J-20A yang membawa sejumlah perubahan pada bentuk badan, mesin, dan sistem penerbangannya.
Ada pula J-20S yang memiliki dua tempat duduk. China menyebutnya sebagai jet tempur siluman dua kursi pertama di dunia.
Dua jet tempur J-20 tampil di langit pada hari pembukaan Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional China ke-14, atau Airshow China 2022 di Zhuhai di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa (8/11/202).
Pilot tetap bertugas menerbangkan pesawat, sedangkan awak kedua dapat membantu mengawasi senjata, membaca keadaan di sekitar medan tempur, dan mengendalikan drone pendamping.
J-20S juga disiapkan untuk menghadapi sasaran di udara serta menyerang target di darat dan laut.
China tidak pernah mengumumkan secara terbuka jumlah J-20 yang telah dibuat. Perkiraan jumlahnya selama ini berasal dari nomor seri pesawat, foto pangkalan udara, dan citra satelit.
J-35
Setelah J-20, China turut memperkenalkan keluarga jet siluman kedua bernama J-35.
Pesawat tersebut dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation. Awalnya, proyek ini dikenal sebagai FC-31, sebuah pesawat percobaan yang pertama kali terbang pada 2012.
Pengembangannya kemudian berlanjut menjadi dua jenis pesawat. J-35A disiapkan untuk angkatan udara, sedangkan J-35 dirancang untuk beroperasi dari kapal induk.
J-35A diperkenalkan secara resmi kepada publik dalam Zhuhai Airshow pada November 2024. Jet ini memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan J-20, tetapi dapat menjalankan tugas yang lebih sulit.
Jika J-20 lebih difokuskan untuk merebut kendali udara, J-35A dapat digunakan untuk menghadapi pesawat lawan sekaligus menyerang sasaran di darat. Pemerintah China menyebutnya sebagai jet siluman multiperan kelas menengah.
Versi kapal induknya memiliki kebutuhan yang berbeda. J-35 harus mampu lepas landas dari landasan yang pendek dan mendarat di atas kapal yang terus bergerak.
Karena itu, pesawat dilengkapi sayap yang dapat dilipat agar tidak memakan banyak ruang ketika terparkir di kapal. Roda dan bagian bawah badannya juga dibuat lebih kuat untuk menahan benturan keras ketika mendarat.
J-35 disiapkan menjadi salah satu pesawat utama di kapal induk Fujian. Kapal induk ketiga China tersebut mulai masuk dinas pada November 2025.
Fujian menggunakan pelontar elektromagnetik untuk membantu pesawat lepas landas. Sistem ini membuat jet dapat membawa lebih banyak bahan bakar dan senjata dibandingkan ketika lepas landas dari kapal induk yang menggunakan landasan menanjak.
Sebelum Fujian diresmikan, Angkatan Laut China telah menguji peluncuran J-35 menggunakan sistem tersebut. Pesawat peringatan dini KJ-600 dan versi terbaru J-15 juga mengikuti pengujian.
J-35 kemudian tampil di depan publik dalam parade militer China pada September 2025. Pada awal 2026, Aviation Industry Corporation of China juga mengumumkan penerbangan awal tahun untuk J-35 bersama sejumlah pesawat lainnya.
Pesawat siluman J-35A terbang selama Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China, atau Airshow China, di Zhuhai, provinsi Guangdong, China, 12 November 2024. (cnsphoto via REUTERS) Foto: Pesawat siluman J-35A terbang selama Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China, atau Airshow China, di Zhuhai, provinsi Guangdong, China, 12 November 2024. (cnsphoto via REUTERS)
CNCB INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(evw/evw)