Champion Cabai-Pemkab Kulon Progo gelar aksi cabai harga terjangkau
Jumat, 16 Oktober 2026 19:49 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo gelar Aksi Cabai Harga Terjangkau. (ANTARA/HO-Dokumen Kirmi)
Kulon Progo (ANTARA) - Champion Cabai Kulon Progo bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar "Aksi Cabai Harga Terjangkau" di halaman Dinas Pertanian dan Pangan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan masyarakat sekaligus memperkuat rantai distribusi komoditas cabai dari petani lokal.
Ketua Tim Kerja Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dispertan Kulon Progo Kirmi di Kulon Progo, Jumat, mengatakan aksi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Nomor B-954/KN.120/D.4/10/2026.
"Champion Cabai diharapkan dapat berperan aktif mendekatkan produk hortikultura kepada konsumen dengan harga terjangkau guna menjaga stabilitas pasokan dan harga," kata Kirmi.
Ia mengatakan turunnya daya beli masyarakat turut dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat saat ini. Sebab di bulan-bulan ini sedang sepi dari kegiatan hajatan, yang dinilai turut memicu turunnya permintaan bahan pangan dari masyarakat, termasuk untuk cabai yang menjadi salah satu bahan pangan vital.
Kirmi mengatakan aksi intervensi harga ini dijalankan oleh Kelompok Tani Maju Manunggal asal Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, yang ditunjuk sebagai Champion Cabai Kulon Progo.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli dua jenis komoditas di bawah harga pasar, yakni Cabai Merah Keriting (CMK) seharga Rp44.000 per kilogram dan Cabai Rawit Merah (CRM) seharga Rp40.000 per kilogram.
Antusiasme masyarakat tergolong tinggi. Sebanyak 50 kilogram Cabai Merah Keriting dan 25 kilogram Cabai Rawit Merah ludes terjual dalam kemasan siap konsumsi untuk kebutuhan rumah tangga.
"Selain membantu menekan pengeluaran masyarakat akibat fluktuasi harga komoditas hortikultura, aksi ini memangkas rantai distribusi panjang dari produsen langsung ke konsumen (farmer-to-consumer)," katanya.
Langkah ini, menurut dia menguntungkan petani dalam memperluas akses pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
"Ke depan, Pemkab Kulon Progo dan Champion Cabai berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa dengan melibatkan lebih banyak kelompok tani demi memperkuat sistem pemasaran dan menjaga keberlanjutan usaha tani lokal," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026