Hari ini ada sekitar 18 orang bertugas dari personel gabungan UPT Kemenhut di Kalsel
Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan pembagian personel per tiga hari untuk bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tanpa henti di Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai wujud komitmen percepatan penanggulangan.
"Hari ini ada sekitar 18 orang bertugas dari personel gabungan UPT Kemenhut di Kalsel," kata Putro, personel Kemenhut ditemui di lokasi karhutla di Tega Arum, Banjarbaru, Selasa.
Dia mengungkapkan petugas bersiaga sejak pagi hingga petang memantau lokasi terdampak karhutla di ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor itu.
Panas terik matahari ditambah bara api dan kabut asap menjadi tantangan yang harus dihadapi petugas di garis depan itu.
Putro mengakui lahan gambut yang terbakar perlu kewaspadaan tinggi bagi petugas yang melakukan pemadaman.
"Salah menginjakkan kaki, bisa-bisa kita tenggelam jika kontur tanah lunak hingga amblas saat diinjak," jelasnya.
Senada disampaikan Agus, petugas lainnya yang mengakui napas terasa sesak dan mata sangat perih ketika asap sudah mengepul di muka.
"Jika sudah terasa tidak enak, biasanya langsung kita cuci muka mencegah iritasi," ucapnya.
Namun dengan semangat kolaborasi dan sinergi seluruh unsur gabungan dibantu relawan pemadam masyarakat maka semua dinamika dan tantangan di lapangan itu dapat teratasi.
"Kita sih berharap yang Maha Kuasa bisa menurunkan hujan segera, Insya Allah bencana karhutla ini berakhir lebih cepat," katanya.
Pewarta: Firman
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.