Liputan6.com, Jakarta - Menjadi anggota Rescue atau SAR bukanlah pekerjaan yang mudah. Ancaman ombak, cuaca buruk, hingga medan berbahaya menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam setiap operasi.
Mereka harus bertaruh nyawa demi kemanusiaan. Bahkan, selalu ada risiko terbesar yang membayangi, yakni kemungkinan tidak kembali ke rumah.
Itulah yang menjadi kekhawatiran Vicky Meidy Priana, anggota Basarnas Banten yang kini terlibat dalam pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.
Bagi Vicky, menjadi anggota SAR bukan sekadar menjalankan kewajiban pekerjaan, melainkan panggilan hati. Setiap operasi harus dijalankan sesuai arahan, tanpa banyak pilihan. Karena itu, segala persiapan wajib dilakukan dengan matang.
Perlengkapan dan persiapan bukan sekadar untuk bergaya. Semua itu menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan tim, agar setelah menjalankan tugas di tengah kondisi yang penuh risiko, mereka bisa kembali ke rumah dengan selamat.
"Khawatirnya, saya pada saat operasi SAR saya tidak bisa kembali ke rumah," ujar Vicky kepada Liputan6.com, Selasa (15/9/2026).
Vicky menjadi salah anggota Basarnas Banten yang turut mencari lima jurnalis dan tiga orang lainnya sejak hari pertama. Jalannya tidak mudah, berbagai tantangan dihadapi Vicky dan tim selama operasi tersebut.
Pencarian dimulai sejak hari pertama setelah laporan hilang kontak diterima. Saat itu, Unit Siaga SAR Pandeglang menjadi tim pertama yang diterjunkan. Basarnas Banten kemudian mengerahkan RIB 02 menuju lokasi yang diduga menjadi titik terakhir hilang kontak.
Memasuki hari kedua, pola pencarian masih berjalan serupa. Tim SAR kembali bergerak menyisir kawasan yang telah ditentukan, dengan kondisi cuaca yang relatif bersahabat. Di sekitar Carita, Gunung Anak Krakatau, hingga Selat Sunda, cuaca dilaporkan cerah berawan.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti operasi berjalan tanpa risiko. Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menyelimuti kawasan pencarian.
Situasi itu membuat keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama.
"Hari dua, tiga, empat ini itu cuaca di sekitaran Carita, Krakatau, atau Selat Sunda itu alhamdulillah cerah berawan. Meskipun masih ada abu vulkanik," ungkapnya.
Sebelum terjun ke lapangan, Vicky bersama tim memastikan diri dalam kondisi aman. Perlengkapan pelindung dan berbagai persiapan lain menjadi bagian yang tak bisa diabaikan. Sebab, di tengah upaya menemukan para korban, keselamatan tim SAR juga menjadi hal yang harus diperhatikan.