Cek Kesehatan Gratis di Singkawang capai 21 persen - ANTARA News Kalimantan Barat
Singkawang (ANTARA) - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Singkawang Kalimantan Barat mencatat sebanyak 21 persen penduduk setempat telah memanfaatkan layanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir triwulan II 2026.
"Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinkes terus memperluas cakupan layanan dengan mengintegrasikan deteksi dini penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC), guna meningkatkan efektivitas pencegahan penyakit di masyarakat," ujar Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang Achmad Hardin di Singkawang, Rabu.
Dia mengatakan capaian tersebut menjadi awal yang positif dalam membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Meski baru mencapai 21 persen, capaian ini menunjukkan masyarakat mulai memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah pencegahan penyakit," katanya.
Menurut dia, pelaksanaan Program CKG masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan, peralatan medis, sarana dan prasarana pendukung, hingga gangguan jaringan internet yang menyebabkan sistem pendataan berbasis aplikasi belum dapat berjalan optimal.
Meski demikian, kata dia, berbagai tantangan tersebut tidak mengurangi komitmen Pemerintah Kota Singkawang untuk terus memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas pelaksanaan Program CKG.
Hardin menjelaskan, salah satu penguatan yang dilakukan adalah memperluas cakupan pemeriksaan dari penyakit tidak menular menjadi deteksi dini penyakit menular, terutama TBC yang masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan juga dilengkapi dengan pemeriksaan kadar gula darah untuk mengidentifikasi masyarakat yang berisiko mengalami diabetes melitus. Menurutnya, penderita diabetes memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah sehingga lebih rentan terinfeksi TBC.
"Melalui pemeriksaan kadar gula darah, kami dapat mengetahui apakah seseorang memiliki indikasi diabetes. Jika ditemukan, penanganan dapat segera dilakukan sehingga kondisi tersebut tidak berkembang dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi TBC," ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, perbaikan status gizi, serta dukungan peningkatan daya tahan tubuh, termasuk pemberian vitamin sesuai indikasi medis.
Ia menambahkan, status gizi yang kurang baik juga menjadi faktor risiko meningkatnya kasus TBC, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lanjut usia. Karena itu, upaya promotif dan preventif terus diperkuat melalui layanan CKG agar faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.
"Semakin cepat faktor risiko ditemukan, semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat ataupun menimbulkan penularan. Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis karena ini merupakan investasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Singkawang," kata Hardin.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.