Cegah penyalahgunaan senpi, Polres Banyuasin uji psikologi 170 personel
Cegah penyalahgunaan senpi, Polres Banyuasin uji psikologi 170 personel
Selasa, 28 Juli 2026 20:30 WIB
Polres Banyuasin, Sumatera Selatan, menerapkan ujian mental psikologi 170 personel di wilayah itu dalam penggunaan senjata api (senpi) guna mencegah potensi penyalahgunaan senpi saat anggota bertugas di lapangan. ANTARA/HO/Polda Sumsel
Palembang (ANTARA) - Polres Banyuasin, Sumatera Selatan, menerapkan ujian mental psikologi kepada 170 personel kepolisian dalam penggunaan senjata api (senpi) guna mencegah potensi penyalahgunaan senpi saat anggota bertugas di lapangan.
"Pemeriksaan psikologi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan, kestabilan emosi, serta kemampuan pengendalian diri personel sebagai salah satu syarat kelayakan dalam penggunaan senjata api dinas," ujar Kepala Seksi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar di Banyuasin, Selasa.
Ia menjelaskan langkah mengantisipasi ini agar penyalahgunaan senpi dapat diminimalkan melalui pendekatan preventif ini, sekaligus memetakan kondisi psikologis anggota secara berkala demi menjaga profesionalisme pelayanan publik.
Selain tes kelayakan senpi, psikolog ini memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi New E-Mental untuk memantau kesehatan jiwa personel secara berkesinambungan.
Pemeriksaan berkala ini menegaskan komitmen Polres Banyuasin dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang berintegritas, berkarakter Presisi, dan bijak dalam menggunakan kewenangan senpi dinas.
"Ini menjadi komitmen Polres Banyuasin dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang berintegritas, berkarakter Presisi, dan bijak dalam menggunakan kewenangan senpi dinas," katanya.
Selain itu, para personel juga mendapatkan buku panduan konseling kepada jajaran Polres Banyuasin untuk memperkuat pendampingan mental anggota.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026