Gambut terbakar karena ada upaya untuk mengubah sifat alami gambut, dari yang sifatnya basah dan lembap menjadi kering. Ini adalah problem utama dalam pengelolaan gambut di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) memprioritaskan pemulihan kebasahan ekosistem gambut melalui pemetaan kanal dan pembangunan sekat kanal guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperkuat pengelolaan gambut dan perlindungan mangrove.
"Gambut terbakar karena ada upaya untuk mengubah sifat alami gambut, dari yang sifatnya basah dan lembap menjadi kering. Ini adalah problem utama dalam pengelolaan gambut di Indonesia. Sehingga, yang akan kita lakukan bersama (Waka BPGMN) Pak Sriyanto, pertama, tentu akan membuat 'plan' untuk kembali membuat gambut menjadi lembap dan basah," kata Satyawan.
Ia menjelaskan salah satu penyebab mengeringnya ekosistem gambut adalah pembangunan kanal, termasuk untuk kepentingan perkebunan, yang dapat mengurangi kemampuan gambut menyimpan air.
Menurut dia, kondisi tersebut meningkatkan kerentanan gambut terhadap kebakaran, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Baca juga: Profil Satyawan Pudyatmoko dan perjalanan di dunia kehutanan
Karena itu, BPGMN akan mengawali program restorasi dengan memetakan jaringan kanal dan menentukan lokasi pembangunan sekat kanal untuk mempertahankan tinggi muka air serta menjaga kelembapan gambut.
Satyawan mengatakan pihaknya akan memetakan sekitar 500 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan ekosistem.
Meski demikian, ia mengakui BPGMN belum menetapkan target luas lahan yang akan dibasahi kembali maupun jumlah sekat kanal yang akan dibangun.
"Yang kita harapkan ada penurunan secara gradual, yang dulunya terbakar terulang tidak lagi terbakar. Lalu ada sekitar 500 sekitar Kesatuan Hidrologis Gambut itu akan kita petakan," ujarnya.
Selain pemulihan kondisi hidrologis, BPGMN akan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan gambut berkelanjutan melalui pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakteristik ekosistem setempat.
Baca juga: Prabowo resmi lantik Satyawan Pudyatmoko jadi Kepala BPGMN
Ia menegaskan upaya konservasi harus berjalan seiring dengan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada kawasan gambut.
"Jadi jangan sampai pengelolaan gambut mematikan ekonomi masyarakat. Ini yang menjadi tugas kita," katanya.
BPGMN juga akan melibatkan para ahli dalam merancang kebijakan dan langkah teknis pengelolaan gambut serta perlindungan mangrove.
Satyawan berharap pemulihan kebasahan gambut dapat mengurangi kejadian kebakaran berulang di kawasan rawan karhutla sekaligus menjaga fungsi ekologis gambut dalam jangka panjang.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.