Nadya Quamila | Beautynesia

Kamis, 01 Oct 2026 21:30 WIB

5 Cara Mengenali Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Ucapannya

Cara Mengenali Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Ucapannya/Foto: Magnific.com

Tak hanya soal IQ melulu, kecerdasan emosional atau EQ adalah kemampuan yang tak kalah penting bagi seorang anak. Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri serta orang lain.

Layaknya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami berbagai macam emosi. Anak-anak yang mampu mengelola emosi mereka dengan baik cenderung memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Cara mengenali anak dengan kecerdasan emosional tinggi bisa dilihat dari ucapannya sehari-hari, lho, Beauties. Dirangkum dari CNBC Make It, yuk, simak ulasannya berikut ini!

”Apa Kamu Baik-baik Saja?”

Kalimat yang diucapkan anak dengan kecerdasan emosional tinggi adalah ”Apa Kamu Baik-baik Saja?”. Anak-anak yang cerdas secara emosional juga dapat mengenali emosi orang lain.

Cara Mengenali Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Ucapannya/Foto: Pexels/Kampus Production

Anak-anak yang cerdas secara emosional juga dapat mengenali emosi orang lain. Mereka memahami bahwa baik orang dewasa maupun anak-anak dapat memiliki perasaan yang besar selama masa-masa sulit, dan bahwa setiap orang mengatasinya dengan cara yang berbeda.

Mereka mungkin menjadi orang pertama yang menyadari bahwa ketika teman mereka sedang marah, mereka mungkin membutuhkan ruang atau pelukan. Empati terhadap orang lain datang secara alami bagi mereka dan mereka menunjukkan kemudahan dan kenyamanan dalam mendengarkan sudut pandang orang lain, menghargai kebutuhan mereka, dan bekerja sama.

Mereka memahami bahwa bahkan ketika orang tua mereka sedang emosional, mereka tetap dapat dicintai, diperhatikan, dan merasa aman.

”Aku Tidak Suka...”

Kalimat yang diucapkan anak dengan kecerdasan emosional tinggi adalah ”Aku Tidak Suka...” Anak-anak yang telah berlatih menetapkan batasan tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan cenderung memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Cara Mengenali Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Ucapannya/Foto: Freepik

Anak-anak yang telah berlatih menetapkan batasan tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan cenderung memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka dapat mengomunikasikan kebutuhan, keinginan, dan perasaan mereka secara efektif sambil bersikap peka terhadap orang lain.

Mereka mungkin berkata, "Aku tidak suka saat kamu menggunakan barang-barangku tanpa izin," atau, "Aku tidak suka jika kamu tidak tahu apa yang diharapkan." Mereka juga bijaksana dalam menghargai kebutuhan teman sebaya dan saudara mereka.

”Aku Punya Ide”

Kalimat yang diucapkan anak dengan kecerdasan emosional tinggi adalah ”Aku Punya Ide”. Kepercayaan diri dan kreativitas dalam memecahkan masalah merupakan tanda kecerdasan emosional dan cara mengatasi masalah yang sehat.

Cara Mengenali Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Ucapannya/Foto: Pexels/Ksenia Chernaya

Kepercayaan diri dan kreativitas dalam memecahkan masalah merupakan tanda kecerdasan emosional dan cara mengatasi masalah yang sehat. Anak-anak yang menghadapi situasi sulit telah belajar untuk bekerja sama dengan teman sebaya dan orang dewasa yang dapat dipercaya untuk menemukan solusi atau jalan keluar. Mereka merasa percaya diri dalam mengungkapkan pendapat, ide, dan kualitas mereka, sambil juga mendengarkan dan belajar dari orang lain.

”Tidak Apa-apa untuk Merasa Sedih”

Kalimat yang diucapkan anak dengan kecerdasan emosional tinggi adalah ”Tidak Apa-apa untuk Merasa Sedih”. Anak-anak dengan kecerdasan emosional yang tinggi kemungkinan besar memiliki orang dewasa yang dapat dipercaya yang telah mengajarkan mereka bahwa bersedih itu adalah hal yang wajar.

Cara Mengenali Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Ucapannya/Foto: Pexels/Kampus Production

Anak-anak dengan kecerdasan emosional yang tinggi kemungkinan besar memiliki orang dewasa yang dapat dipercaya yang telah mengajarkan mereka bahwa bersedih itu adalah hal yang wajar.

Mereka tahu bahwa wajar untuk merasa sedih, marah, frustrasi, atau khawatir dalam menanggapi situasi sulit. Dengan cara yang sama, mereka telah belajar bahwa tidak apa-apa untuk memiliki momen bahagia, gembira, atau ceria bahkan selama masa-masa sulit.

”Aku Butuh Ruang”

Kalimat yang diucapkan anak dengan kecerdasan emosional tinggi adalah ”Aku Butuh Ruang”. Anak-anak dengan keterampilan mengatasi masalah secara sehat dapat mengenali dan mengelola emosi mereka.

Cara Mengenali Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Ucapannya/Foto: Pexels/Yan Krukau

Anak-anak dengan keterampilan mengatasi masalah secara sehat dapat mengenali dan mengelola emosi mereka. Mereka mengetahui tanda-tanda peringatannya ketika masalah melanda, misalnya detak jantung cepat, otot terasa tegang, hingga rasa tidak nyaman di perut. Meskipun begitu, mereka tetap merasa nyaman untuk meminta apa yang mereka butuhkan.

Salah satunya adalah dengan meminta ruang atau waktu bagi mereka untuk berpikir sendiri. Bagi anak-anak, hal ini bisa dilihat dari tindakannya, misalnya, mereka mungkin mengambil kincir angin atau meniup gelembung untuk membantu mereka bernapas dalam-dalam. Mereka mungkin mempelajari keterampilan ini dengan melihat orang tua mereka mencontohkan pengaturan diri dan komunikasi yang terbuka.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

  • Menurut Psikiater Anak Lulusan Harvard dan Stanford, Ini 3 Kebiasaan untuk Membesarkan Anak Tangguh
  • 4 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Mau Bercerita dan Terbuka saat Dewasa
  • 4 Cara Mengenali Anak yang Tumbuh dengan Orang Tua Gila Kerja Dilihat dari Kebiasaannya saat Dewasa

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.