Momen merawat Si Kecil menjadi masa-masa menyenangkan sekaligus menantang bagi sebagian orang tua. Orang tua juga umumnya menginginkan anak selalu diliputi kebahagiaan selama hidupnya.

Namun, merujuk penelitian Does a culture of happiness increase rumination over failure? yang dipublikasi di jurnal Emotion, ditemukan bahwa cara membesarkan anak  yang terlalu berfokus pada kebahagiaan, dapat membuat seseorang  terobsesi dengan kegagalan dan emosi negatif. Bahkan, dalam jangka panjang ini dapat menimbulkan stres secara berlebihan, Bunda.

Lalu seperti apa cara membesarkan anak agar ia benar-benar bahagia? Berikut penjelasan dari pakar, dikutip dari laman Motherly.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Psikolog sosial dari University of Melbourne School of Psychological Sciences di Australia, Brock Bastian, menyampaikan bahwa menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan dapat berisiko gagal dicapai.

"Kebahagiaan itu hal yang baik, tapi mengaturnya sebagai sesuatu yang harus dicapai cenderung gagal," ujarnya.

Dapat dipahami bahwa orang tua ingin hal yang terbaik bagi anak-anaknya. Terkadang cara membesarkan anak agar bahagia berkaitan dengan menghindari ketidaknyamanan. Namun, akan lebih baik apabila orang tua mempersiapkan anak untuk menghadapi berbagai hal di masa depan.

Pasalnya, tidak bisa dipungkiri bahwa akan ada masa-masa kurang menyenangkan yang melibatkan perasaan kecewa atau kegagalan dalam hidup. Alih-alih menyangkal perasaan tidak nyaman tersebut, orang tua dapat membuat anak lebih siap menghadapi perjalanan hidup, baik suka maupun duka.

Sementara itu, Ahli Kesehatan Marcella Kelson berpendapat bahwa penting agar orang tua menyesuaikan harapannya kepada anaknya. "Banyak perubahan dapat memicu ketidakbahagiaan di masa kanak-kanak, termasuk hormon, pindahan, saudara baru, dinamika persahabatan. Sangat diharapkan akan mengalami kesulitan di masa kecil kita," tutur Kelson.

Ia juga menambahkan, "Jadi penting untuk menyesuaikan harapan kita terhadap anak-anak kita sebagai orang tua."

Penulis Christine Organ menyampaikan tips cara membesarkan anak agar ia bahagia secara tepat. Alih-alih berfokus pada kebahagiaan, ia berusaha membantu anak-anaknya menghadapi perasaan tidak nyaman, seperti kesedihan, penyesalan, dan kekecewaan.  

Misalnya ketika anak merasa hari-hari yang berat, ia akan berusaha mendorong anaknya untuk mengakui perasaan tidak bahagia ini. Mereka membicarakan bagaimana anaknya pernah merasa seperti ini sebelumnya dan berhasil melewatinya. 

Mereka juga akan mendiskusikan bagaimana anaknya akan merasa seperti ini lagi agar dia siap. Organ menemukan satu hal untuk disyukuri atau dinantikan sehingga dia belajar bahwa sukacita dan rasa syukur bisa hidup berdampingan dengan ketakutan dan kesedihan. 

Organ juga mendefinisikan ulang tentang kebahagiaan. Kebahagiaan bukan tentang tidak pernah kecewa atau sedih. Kebahagiaan adalah tentang menerima bahwa pengalaman manusia mencakup berbagai macam emosi dan semuanya valid. Kebahagiaan sejati juga berarti memberi ruang pada diri sendiri saat kita merasa sedih, serta memberi ruang kepada orang lain untuk merasakan emosinya juga.

Bastian juga menyampaikan pendapat yang serupa. "Ketika orang memberikan tekanan besar pada diri sendiri untuk merasa bahagia, atau berpikir bahwa orang di sekitar mereka juga demikian, mereka lebih mungkin melihat emosi dan pengalaman negatif mereka sebagai sinyal kegagalan," kata Bastian.

"Ini hanya akan menambah ketidakbahagiaan," sambungnya.  

"Ketahanan, yang lahir dari tantangan dan keberagaman, sangat penting untuk kebahagiaan sejati. Selama kita pantas, mendengarkan secara aktif, tersedia secara emosional, toleran terhadap beragam emosi mereka, dan berpikiran terbuka, anak-anak kita akan merasa dicintai," tutur Kelson.

Sebagai penutup, Organ membagikan kisahnya ketika anak-anaknya tampak tidak bahagia. Nalurinya sebagai seorang ibu rasanya ingin segera hadir dan menghilangkan emosi negatif itu. Namun, kemudian ia sadar bahwa terkadang untuk membuat segalanya lebih baik berarti memberi ruang untuk ketidaknyamanan dan ketidakbahagiaan mereka.

Demikian cara membesarkan anak bahagia, terpenting adalah menyesuaikan harapan orang tua dengan Si Kecil ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)